KONTAN.CO.ID - Kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) kembali menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat mengenai cara kerja kereta api, terutama terkait sistem pengereman. Insiden tersebut melibatkan dua rangkaian KRL Commuter Line serta kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan yang sering muncul setiap kali kecelakaan kereta terjadi, yakni mengapa kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak seperti kendaraan bermotor. Mengutip penjelasan di indonesiabaik.id, secara fisik, kereta api memiliki ukuran dan bobot yang sangat besar. Di Indonesia, satu rangkaian kereta penumpang umumnya terdiri dari 8 hingga 12 gerbong dengan berat total yang dapat mencapai sekitar 600 ton.
Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Ini Alasan Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak
KONTAN.CO.ID - Kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) kembali menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat mengenai cara kerja kereta api, terutama terkait sistem pengereman. Insiden tersebut melibatkan dua rangkaian KRL Commuter Line serta kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan yang sering muncul setiap kali kecelakaan kereta terjadi, yakni mengapa kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak seperti kendaraan bermotor. Mengutip penjelasan di indonesiabaik.id, secara fisik, kereta api memiliki ukuran dan bobot yang sangat besar. Di Indonesia, satu rangkaian kereta penumpang umumnya terdiri dari 8 hingga 12 gerbong dengan berat total yang dapat mencapai sekitar 600 ton.
TAG: