KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, terutama yang melibatkan sepeda motor, menunjukkan bahwa persoalan keselamatan transportasi belum ditangani secara menyeluruh. Upaya yang ada selama ini dinilai masih bertumpu pada edukasi dan penegakan hukum, padahal dibutuhkan intervensi yang lebih sistemik. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor mencapai sekitar 6 juta unit per tahun. Pertumbuhan jumlah kendaraan ini, tanpa diimbangi penguatan standar keselamatan, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Sejumlah kalangan menilai, tantangan keselamatan ini juga mencerminkan arah kebijakan transportasi yang belum sepenuhnya berorientasi jangka panjang. Salah satu sorotan adalah konsistensi dukungan anggaran Kementerian Perhubungan dan program keselamatan yang dinilai masih fluktuatif, sehingga efektivitas penurunan angka kecelakaan belum optimal.
Kecelakaan Motor Tinggi, Regulasi Keselamatan Disorot
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, terutama yang melibatkan sepeda motor, menunjukkan bahwa persoalan keselamatan transportasi belum ditangani secara menyeluruh. Upaya yang ada selama ini dinilai masih bertumpu pada edukasi dan penegakan hukum, padahal dibutuhkan intervensi yang lebih sistemik. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor mencapai sekitar 6 juta unit per tahun. Pertumbuhan jumlah kendaraan ini, tanpa diimbangi penguatan standar keselamatan, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Sejumlah kalangan menilai, tantangan keselamatan ini juga mencerminkan arah kebijakan transportasi yang belum sepenuhnya berorientasi jangka panjang. Salah satu sorotan adalah konsistensi dukungan anggaran Kementerian Perhubungan dan program keselamatan yang dinilai masih fluktuatif, sehingga efektivitas penurunan angka kecelakaan belum optimal.