Kecerdasan Buatan Buka Peluang Baru di Industri Kreatif, Kebutuhan Talenta Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) semakin meluas ke industri kreatif. Teknologi ini tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, tapi mulai dimanfaatkan dalam proses produksi konten. Mulai pengembangan ide, penulisan cerita hingga pembuatan film.

Perkembangan tersebut membuka peluang baru bagi industri kreatif digital. Namun, pemanfaatan AI juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menggabungkan penguasaan teknologi dengan kemampuan kreatif.

Kondisi itu mendorong perusahaan teknologi dan telekomunikasi ikut mengembangkan ekosistem serta talenta AI. Salah satunya Telkomsel. Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini mendorong pemanfaatan AI di kalangan kreator melalui pengembangan kemampuan pembuatan konten berbasis teknologi generatif.


Vice President Brand Communications Telkomsel, Emir G. Surya mengatakan, pengembangan talenta menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat adopsi AI di Indonesia. Ketersediaan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut juga dibutuhkan seiring berkembangnya ekonomi digital.

"Kami menggelar AI Cinefest sebagai wadah bagi para kreator Indonesia untuk memanfaatkan AI sebagai medium baru dalam berkarya," ujar Emir, Jumat (7/8).

Baca Juga: Bisnis Ramen di Indonesia Mulai Melandai, Daya Beli Jadi Tantangan

Menurut Emir, kolaborasi dengan pelaku ekosistem untuk memperluas akses terhadap teknologi dan pembelajaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kreator sekaligus memperkuat ekosistem AI di Indonesia.

Telkomsel melihat pemanfaatan AI di industri kreatif memiliki ruang untuk terus berkembang. Teknologi generatif, misalnya, dapat digunakan dalam berbagai tahapan produksi film, mulai dari pengembangan ide dan penulisan cerita hingga proses produksi.

AI Cinefest 2026 menghimpun 1.111 karya film pendek berbasis AI dari berbagai daerah di Indonesia. Melampaui target awal sebanyak 1.000 karya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 peserta terpilih mengikuti Curated Workshop untuk memperdalam kemampuan dalam pembuatan film berbasis AI. Seluruh karya sebelumnya dikurasi oleh Story Editor Arief Ash Shiddiq dan AI Storyteller Immanuel Manurung.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai proses AI filmmaking, mulai dari pengembangan ide, penulisan cerita hingga produksi film menggunakan teknologi generatif AI. Telkomsel turut menggandeng Huawei dan MiniMax untuk menyediakan akses teknologi AI dan materi pembelajaran bagi peserta. 

Telkomsel akan memperluas kolaborasi dengan sejumlah mitra untuk mendorong adopsi AI dan pengembangan talenta digital. Penguatan kemampuan sumber daya manusia tersebut diharapkan mendukung perkembangan industri kreatif sekaligus pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News