Kecipratan Insentif Kendaraan Listrik, Cermati Rekomendasi Saham Indika Energy (INDY)



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) gencar melebarkan bisnis di luar sektor batubara. Agenda tersebut diyakini kian mulus usai mengantongi pendanaan investor.

Terbaru, anak-anak perusahaan INDY PT Solusi Mobilitas Indonesia, PT Indika Energy Infrastructure, dan PT Ilectra Motor Group teken sejumlah dengan beberapa investor. 

Mereka adalah Horizon Ventures, Alpha JWC III, L.P., dan afiliasinya, HH-CTBC Partnership. L.P., dan Brama One Ventures Limited.


Baca Juga: Ini Rekomendasi Saham Indika Energy (INDY) yang Fokus pada Bisnis Kendaraan Listrik

Perjanjian itu terkait rencana investasi para investor ini di PT Ilectra Motor Group. 

Salah satunya, peningkatan modal Ilectra Motor Group oleh Solusi Mobilitas Indonesia dan PT Indika Energy Infrastructure.

Selain itu, rencana ini juga meliputi pemberian pinjaman yang dapat dikonversikan kepada Ilectra Motor Group oleh para investor.  Nilai pinjamannya mencapai US$ 45 juta.

 
INDY Chart by TradingView

Informasi saja, Ilectra Motor Group merupakan perusahaan joint venture antara INDY, Alpha JWC Ventures, dan Horizons Ventures. 

Perusahaan ini bergerak di bidang kendaraan listrik roda dua.

Baca Juga: Ekspansi Kendaraan Listrik, Anak Usaha Indika Energy (INDY) Raih Pinjaman US$ 45 Juta

Senior Credit Analyst Bloomberg Mary Ellen Olson menilai, langkah INDY melebar ke bisnis non-batubara kemungkinan besar akan mampu meningkatkan kualitas kreditnya dalam jangka menengah. 

Grup Ilectra milik INDY akan kecipratan untung dari insentif kendaraan listrik yang digulirkan pemerintah. 

Sementara itu tingginya harga batubara pada 2022 dan saldo kas yang masih besar dinilai mampu mengurangi risiko refinancing INDY.

Baca Juga: Indika Energy (INDY) Ngebut di Kendaraan Listrik

Analis Sinarmas Sekuritas Axel Leonardo mempertahankan rating netral saham INDY dengan target harga Rp 2.100 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli