JAKARTA. Eksekusi aset Supersemar tak kunjung dilakukan. Pasalnya Kejaksaan Agung (Kejagung) kesulitan melengkapi dan mencari data aset yang harus dieksekusi. "Mengumpulkan data tidak semudah itu," kata Amir Yanto, Kapuspenkum Kejagung (26/2) lalu. Sayangnya, Amir enggan menjelaskan lebih detail terkait hambatan tersebut. Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku bila hingga saat ini tim Kejagung tengah mulai menelusuri aset-aset yang bakal di eksekusi. Asal tahu saja, Kejagung telah memberikan data aset yang telah di temukan yaitu 113 rekening deposito, tanah dan bangunan seluas 16.000 meter persegi di wilayah Jakarta dan Bogor, serta enam unit kendaraan roda empat.
Kejagung kesulitan kumpulkan data aset Supersemar
JAKARTA. Eksekusi aset Supersemar tak kunjung dilakukan. Pasalnya Kejaksaan Agung (Kejagung) kesulitan melengkapi dan mencari data aset yang harus dieksekusi. "Mengumpulkan data tidak semudah itu," kata Amir Yanto, Kapuspenkum Kejagung (26/2) lalu. Sayangnya, Amir enggan menjelaskan lebih detail terkait hambatan tersebut. Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku bila hingga saat ini tim Kejagung tengah mulai menelusuri aset-aset yang bakal di eksekusi. Asal tahu saja, Kejagung telah memberikan data aset yang telah di temukan yaitu 113 rekening deposito, tanah dan bangunan seluas 16.000 meter persegi di wilayah Jakarta dan Bogor, serta enam unit kendaraan roda empat.