KONTAN.CO.ID - Tekanan terhadap bank sentral Amerika Serikat (AS) semakin memanas. Jaksa dari kantor Jeanine Pirro melakukan kunjungan mendadak ke proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve pada Selasa (14/4/2026). Mengutip
Reuters, kunjungan tanpa pemberitahuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tekanan pemerintahan Donald Trump terhadap bank sentral.
Baca Juga: Dana Pensiun Australia Borong Saham Global Saat Pasar Terguncang Perang Iran Dua deputi dari kantor kejaksaan disebut sempat berbicara dengan pekerja konstruksi. Namun, mereka tidak diizinkan mengakses lokasi proyek tanpa izin resmi sebelumnya dan diarahkan untuk menghubungi tim hukum The Fed. Langkah ini terjadi di tengah penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terkait pengawasan proyek renovasi kantor pusat bank sentral di Washington. Pemerintahan Trump diketahui telah melancarkan tekanan intens terhadap Powell, termasuk mendorong penurunan suku bunga. Masa jabatan Powell sendiri dijadwalkan berakhir pada Mei mendatang. Namun, langkah penyelidikan tersebut menuai kritik. Seorang hakim federal bahkan menilai investigasi itu sebagai upaya terselubung untuk menekan Powell agar menurunkan suku bunga atau mengundurkan diri.
Baca Juga: Pameran Dagang Terbesar di China Digelar, Luas Area Setara 200 Lapangan Sepak Bola Meski demikian, Departemen Kehakiman menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Sejumlah mantan pejabat The Fed serta pembuat kebijakan ekonomi dari Partai Republik dan Demokrat juga menyuarakan kekhawatiran terhadap langkah pemerintah, yang dinilai berpotensi mengganggu independensi bank sentral. Dalam sistem ekonomi modern, independensi bank sentral merupakan prinsip utama agar kebijakan moneter termasuk penetapan suku bunga tidak dipengaruhi kepentingan politik jangka pendek, melainkan fokus menjaga stabilitas harga dan inflasi. Di sisi lain, Trump juga telah mencalonkan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, untuk memimpin bank sentral ke depan.