Kejar EBITDA 40%, ini strategi MNC Sky Vision



JAKARTA. Operator TV berbayar Indovision yakni PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) memasang target EBITDA sebesar 40%-42% hingga akhir tahun nanti. Sementara, posisinya saat ini ada di level 37%.

"Ada tiga poin penting yang bakal kami lakukan untuk memenuhi target tersebut," jelas Rudy Tanoesodibjo, Direktur Utama MSKY, (11/8). Pertama, manajemen akan memaksimalkan jumlah pelanggan baru. Kedua, dengan meningkatkan average revenue per user (ARPU), dan terakhir dengan meminimalkan pelanggan yang berhenti.

Tiga poin tersebut merupakan strategi yang bakal ditempuh dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Caranya, MSKY akan menambah value added produk andalannya yakni Indovision.


Belum lama ini MSKY memang telah meluncurkan Indovision Anywhere. Dengan produk barunya ini, para pelanggan dimungkinkan untuk menonton tayangan Indovision dengan memanfaatkan fitur video on demand, sehingga tayangan Indovision bisa ditonton dimanapun dan kapanpun dengan menggunakan tablet.

"Kami telah berbicara dengan sejumlah studio-studio film untuk memperluas jaringan VOD ini," ujar Rudy.

Dengan adanya nilai tambah seperti itu, maka otomatis ARPU MSKY akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan. Manajemen menargetkan akan memiliki 2,9 juta pelanggan, dan posisinya saat ini sebanyak 2,6 juta pelanggan.

Sementara, target ARPU MSKY hingga akhir tahun nanti sekitar Rp 110.000. Sedangkan ARPU atau rata-rata pendapatan per pelanggan MSKY saat ini sekitar Rp 100.000.

Sebenarnya, manajemen berpotensi memperoleh ARPU yang lebih besar. Namun, potensi tersebut terganggu lantaran MSKY menaikkan tarif berlangganan produk TV berbayarnya. Kendati demikian, kenaikan tersebut tidak membuat pelanggan MSKY berkurang.

Rudy bilang, para pelanggannya memaklumi kenaikan harga tersebut. Lagipula, MSKY belum pernah menaikkan harga dalam lima tahun terakhir, tapi jumlah siarannya terus bertambah.

"Jadi, kenaikan harga ini bukan langkah yang salah, enggak ada yang komplen. Kenaikannya juga recehan, hanya sebatas uang parkir," tutur Rudy.

Strategi berikutnya adalah dengan menekan jumlah pelanggan yang keluar. Sebelumnya, rata-rata pelanggan yang keluar sekitar 1,2%. Namun, dengan penambahan value added, angkanya bisa ditekan hingga dibawah 1%.

"Angkanya saat ini sekitar 0,99% hingga kuartal kedua ini," pungkas Effendi Budiman, Direktur Keuangan MSKY pada kesempatan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie