KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai target pemerintah meningkatkan porsi ekspor produk manufaktur dari 20% menjadi 30% merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat kembali basis industri nasional. Namun, target tersebut dinilai hanya dapat tercapai apabila dibarengi reformasi struktural yang menyeluruh seperti pemangkasan biaya logistik dan biaya energi. Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo Chandra Wahjudi mengatakan, selama satu dekade terakhir industri manufaktur nasional menghadapi tekanan biaya dan penurunan daya saing. Karena itu, peningkatan kontribusi ekspor manufaktur menjadi indikator penting bagi kesehatan sektor industri dalam jangka panjang. "Secara prinsip arah kebijakan ini tepat karena ekspor manufaktur adalah indikator kapasitas industri yang sehat. Namun pencapaiannya membutuhkan reformasi struktural mulai dari efisiensi logistik, stabilitas energi, hingga penguatan rantai pasok domestik agar produk Indonesia mampu bersaing dengan negara lain seperti Vietnam, Thailand, maupun China," ujar Chandra kepada Kontan, Minggu (14/6/2026).
Kejar Ekspor Manufaktur 30%, Apindo Minta Biaya Logistik dan Energi Dipangkas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai target pemerintah meningkatkan porsi ekspor produk manufaktur dari 20% menjadi 30% merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat kembali basis industri nasional. Namun, target tersebut dinilai hanya dapat tercapai apabila dibarengi reformasi struktural yang menyeluruh seperti pemangkasan biaya logistik dan biaya energi. Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo Chandra Wahjudi mengatakan, selama satu dekade terakhir industri manufaktur nasional menghadapi tekanan biaya dan penurunan daya saing. Karena itu, peningkatan kontribusi ekspor manufaktur menjadi indikator penting bagi kesehatan sektor industri dalam jangka panjang. "Secara prinsip arah kebijakan ini tepat karena ekspor manufaktur adalah indikator kapasitas industri yang sehat. Namun pencapaiannya membutuhkan reformasi struktural mulai dari efisiensi logistik, stabilitas energi, hingga penguatan rantai pasok domestik agar produk Indonesia mampu bersaing dengan negara lain seperti Vietnam, Thailand, maupun China," ujar Chandra kepada Kontan, Minggu (14/6/2026).