Kejar Produksi Batubara 22,9 Juta Ton, UBS Naikkan Target Harga ITMG Jadi Rp 30.000



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan produksi batubara 22 juta ton–22,9 juta ton sepanjang 2026. Target tersebut bakal didukung peningkatan produksi pada semester kedua tahun ini.

Per Juni 2026, produksi batubara ITMG mencapai 9,9 juta ton atau turun 5% secara tahunan. Sementara pada kuartal II, produksi meningkat 13% secara kuartalan menjadi 5,3 juta ton.

Equity Research Analyst UBS Sekuritas Timothy Handerson menilai pemerintah masih memprioritaskan maksimalisasi penerimaan negara dari sektor pertambangan melalui harga komoditas yang lebih tinggi.


Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah 0,12% ke 6.678 pada Rabu (9/9), KLBF, MAPI, BBTN Top Losers LQ45

Oleh karena itu, UBS Sekuritas menurunkan proyeksi pertumbuhan produksi ITMG periode 2025–2028 menjadi CAGR 2%, dari sebelumnya 6%. UBS Sekuritas juga memangkas proyeksi volume produksi dan penjualan ITMG 2028 masing-masing sekitar 9% dan 5%.

Namun Timothy melihat peluang positif dari harga batubara. Dia memperkirakan harga Indonesian Coal Index (ICI) lebih tinggi pada semester II-2026 dan 2027, yang didukung potensi gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem.

Equity Research Analyst KB Valbury Sekuritas Adolf R.B. Setiadi memproyeksikan kinerja operasional ITMG akan membaik di paruh kedua 2026. Kondisi cuaca yang lebih kering serta alokasi produksi RKAB mendukung optimisme tersebut.

Adolf menyebut ITMG telah memperoleh alokasi produksi RKAB sebesar 23 juta ton. Dengan dukungan tersebut, target produksi ITMG sebesar 22 juta–22,9 juta ton pada 2026 dinilai masih dapat dicapai.

Dia memperkirakan produksi ITMG sepanjang 2026 mencapai 21,9 juta ton. Estimasi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan panduan ITMG, tetapi kata Adolf, ini masih mencerminkan pemulihan produksi pada paruh kedua tahun ini.

“Penjualan ITMG masih menghadapi risiko dari alokasi domestic market obligation final dan kondisi logistik sungai selama musim kemarau yang membatasi muatan tongkang dan meningkatkan biaya transportasi,” kata Adolf. 

Lebih lanjut, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 29.300. Di sisi lain, UBS mengerek target harga ITMG menjadi Rp 30.000 per saham dengan rekomendasi beli. 

Baca Juga: SR025 Sudah Terjual Rp 12,73 Triliun, Masih Ada Sisa Kuota Rp 7,27 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News