Kejar realisasi produksi padi 15 juta ton



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) berupaya mengejar realisasi produksi padi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan, di musim tanam II (MT-II) atau pada April hingga September 2020 direncanakan akan ada penanaman padi di lahan seluas 5,6 juta hektar (ha). "Target (berdasarkan di MT-II dihasilkan) kisaran 12,5 juta ton hingga 15 juta ton beras," ujar Suwandi kepada KONTAN, Minggu (14/6).

Suwandi mengatakan, untuk mencapai target penanaman padi tersebut, pihaknya akan bekerja langsung ke lapangan, menggerakkan percepatan olah tanah dan tanam, bahkan di hari libur.


Adapun, berdasarkan pemantauan Kementerian Pertanian dari panen pada Januari -Juni, produksi beras sudah mengalami surplus. Bahkan, stok beras hingga akhir Juni akan mencapai 7,4 juta ton.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pada Musim Tanam I, luas tanam di Oktober 2019-Maret 2020 (Okmar) mencapai 5,83 juta ha.

Dari luas tersebut dihasilkan gabah kering giling (GKG) sebesar 29,01 juta ton atau beras sebanyak 16,65 juta ton. "Apapun yang terjadi besok, yang tidak boleh bersoal adalah pangan masyarakat. Musim tanam 1 kita berhasil," klaim Syahrul.

Sementara itu, Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menyatakan , target produksi yang ditetapkan Kemtan ini sulit tercapai.

Namun, dia menyatakan, bilang apabila target produksi di musim tanam II ini bisa tercapai, maka pasokan pangan tak akan mengalami kesulitan. "Agak sulit merealisasikannya, karena prediksi saya tahun ini bakal turun ketimbang tahun lalu.

Adapun, Perum Bulog telah menyerap gabah setara beras sebesar 550.000 ton. Realisasi ini sekitar 39% dari target pencadangan beras Bulog yang sebesar 1,4 juta ton sepanjang tahun ini.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, rata-rata penyerapan gabah/beras dalam beberapa waktu terakhir sekitar 11.000 hingga 12.000 ton per hari. Hingga akhir Juni, Bulog sudah menargetkan akan menyerap sekitar 600.000-650.000 ton beras.

"Kami tetap optimis dengan bekerja maksimal di lapangan dan jemput bola ke petani, kelompok tani juga mitra kerja Bulog dan juga on farm Bulog yang saat ini juga sedang panen," kata Tri kepada KONTAN, Minggu (14/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Fahriyadi .