KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinar Primera Group menyambut positif masa depan bisnis pergudangan di Tanah Air. Rencananya, untuk memanfaatkan peluang ini, mereka akan fokus mengembangkan bisnis pergudangan Sinar Primera Industrial Narogong (SPIN) di sisa tahun ini. Manajemen Sinar Primera menyebutkan, tengah dalam proses menuntaskan penyelesaian proyek gudang
built to suit (BTS) milik salah satu perusahaan minyak dan gas. Targetnya, proyek ini akan diserahterimakan pada kuartal III-2026.
“Ke depan, kami akan melakukan pembangunan gudang baru di kawasan SPIN, baik
dry warehouse maupun gudang berpendingin,” ujar manajemen Sinar Primera kepada Kontan.co.id secara tertulis, Selasa (21/7). Selain menuntaskan pembangunan gudang BTS, sekarang Sinar Primera juga sedang menimbang untuk membangun gudang berpendingin di kawasan SPIN. Harapannya, bisa memudahkan konsumen yang membutuhkan jasa pergudangan dingin dan kering dalam satu kawasan terintegrasi. Adapun kawasan pergudangan SPIN sudah dikembangkan secara bertahap dengan area pergudangan seluas 165.000 m2. Total luas lahannya sekitar 27 hektare. Baca Juga:
Ciputra Group Tangkap Potensi Pergudangan Modern Kalsel Lewat Bizpark Sebenarnya, Sinar Primera mulai fokus menggarap bisnis pergudangan sejak 2022. Proyek pertamanya adalah fasilitas
cold storage Sinar Primera Logistics Hub Pluit yang sudah mulai beroperasi sejak November 2023. Dari tahun ke tahun okupansinya cukup stabil. Bahkan bisa terisi penuh pada periode peak season. Penyewanya berasal dari perusahaan produk
frozen food, seafood, dan
dairy product. Bukan penopang Walaupun pesaingan bisnis pergudangan semakin ketat dan jumlah pemainnya terus bertambah, manajemen Sinar Primera tidak khawatir. Permintaan terhadap layanan pergudangan masih tumbuh seperti dari sektor logistik, e-commerce, FMCG, manufaktur, dan
cold chain. “Ke depan, diferensiasi layanan, kualitas operasional, dan kedekatan dengan kebutuhan pelanggan akan menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan,” imbuh maajemen Sinar Primera. Sinar Primera meyakini, memiliki sejumlah keunggulan dibanding pemain lain. Salah satunya, lokasi yang strategis. Dekat pelabuhan utama, akses tol, dan pusat distribusi regional membuat waktu tempuh pengiriman bisa lebih singkat dan biaya tansportasi berkurang. Baca Juga:
Rupiah Ambles, ALI Beberkan Dampaknya ke Industri Logistik dan Pergudangan Ambil contoh, proyek gudang berpendingin di Sinar Primera Logistics Hub Pluit yang memiliki akses langsung ke Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Tol Pelabuhan Tanjung Priok. Kemudian layanan pergudangan berbasis data menggunakan
Warehouse Management System (WMS). Misalnya Dry Storage, diterapkan Single Gate Entrance System untuk mengontrol akses keluar masuk kendaraan.
Meski begitu, bagi Sinar Primera, bisnis pergudangan bukan akan dijadikan lini usaha utama yang menopang perusahaan. Justru portofolionya akan diseimbangkan antara bisnis kawasan industri dan pusat data karena setiap segmen memiliki karakteristik dan siklus pertumbuhan yang berbeda. “Bisnis pergudangan berpotensi menjadi kontributor pendapatan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang," ungkap manajemen Sinar Primera. "Tetapi, kami juga melihat pusat data dan pengembangan kawasan industri memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar seiring transformasi digital dan masuknya investasi industri baru ke Indonesia," kata mereka. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News