Kejar Swasembada Bawang Putih, DPR Minta Kementan Siapkan Lahan Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan lahan baru untuk mengejar target swasembada bawang putih. Penyiapan lahan dinilai perlu dilakukan sembari pemerintah mencari dan memperbanyak ketersediaan bibit bawang putih unggul.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan, pemerintah perlu bergerak secara paralel untuk mempercepat swasembada bawang putih.

Menurutnya, selain mencari bibit berkualitas, pemerintah perlu mulai memetakan lahan yang sesuai untuk budidaya bawang putih. Dengan demikian, ketika bibit tersedia, lahan tersebut sudah siap digunakan untuk penanaman.


Baca Juga: Penerimaan Pajak Januari-Agustus 2026 Naik 24,1%, Estimasi Capai Rp 1.409 Triliun

“Yang perlu juga mungkin penyiapan lahan-lahan baru karena bawang putih (tumbuh) di ketinggian tertentu. Jadi sembari mencari bibit yang bagus, dapatnya bibit, lahan-lahan itu sudah dicari-cari dulu di mana kiranya, begitu ada bibit bisa langsung tandur,” kata Titiek dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Selasa (1/9/2026).

Titiek juga mendorong pemerintah untuk memperbanyak bibit bawang putih unggul yang berasal dari dalam negeri. Menurutnya, bibit lokal yang memiliki kualitas baik dapat dikembangkan lebih luas melalui balai penelitian dan pengembangan pertanian.

“Yang dari lokal-lokal juga diperbanyak, dari BPTP-BPTP itu dikejar juga supaya mereka bisa menghasilkan bibit unggul untuk bawang putih,” ujarnya. 

Titiek menilai potensi pengembangan bawang putih di dalam negeri masih terbuka. Ia sebelumnya juga meninjau langsung pengembangan bawang putih di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, yang dinilai memiliki bibit berkualitas. Pemerintah pun didorong untuk memperbanyak sumber benih lokal agar ketergantungan terhadap impor dapat ditekan. 

Baca Juga: Maluku Utara Mencatatkan Inflasi Tertinggi Pada Agustus 2026

Selain penyiapan lahan dan bibit, Titiek juga meminta Kementan memperbanyak program bantuan Jalan Usaha Tani. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mempermudah petani mengangkut hasil produksi dari lahan yang berada di hamparan luas.

“Saya juga banyak permintaan untuk Jalan Usaha Tani. Itu supaya diperbanyak program-program bantuan Jalan Usaha Tani karena kita kan hamparan-hamparannya luas-luas, sementara yang di tengah-tengah itu kalau tidak ada jalannya ngeluarinnya repot,” kata Titiek.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pihaknya juga mulai menyiapkan berbagai upaya dalam mempercepat swasembada bawang putih. 

Amran mengatakan Kementan telah mengirim Direktur Jenderal Hortikultura ke sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk mencari sumber bibit bawang putih yang dapat mendukung percepatan produksi nasional.

“Kami sudah berangkatkan Dirjen Hortikultura ke India, ke China, bahkan seluruh dunia karena memenuhi arahan Ibu Ketua untuk bibitnya,” kata Amran.

Amran menyebut pemerintah sebenarnya ingin mempercepat target swasembada bawang putih. Namun, keterbatasan bibit membuat proses tersebut tidak dapat dilakukan secepat komoditas pangan lainnya.

Menurut dia, pemerintah menargetkan produksi bawang putih dapat meningkat lebih besar pada 2028 melalui pengembangan dan pembibitan yang dilakukan mulai saat ini. 

Amran menegaskan persoalan swasembada bawang putih bukan semata-mata terkait anggaran. Pemerintah dapat melakukan penyesuaian anggaran apabila diperlukan, tetapi keterbatasan bibit menjadi salah satu kendala utama yang harus diselesaikan.

“Kami ingin bergerak cepat ternyata bibit itu tidak mudah,” ujar Amran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas capaian swasembada pangan nasional. 

Prabowo mengatakan dalam satu tahun terakhir Indonesia telah berhasil mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan. Namun, pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama untuk komoditas bawang putih dan daging sapi serta kerbau.

“Dalam satu tahun terakhir Indonesia capai swasembada delapan komoditas pangan. Dengan demikian kita sadari bahwa capaian kita cukup membanggakan,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026). 

Meski demikian, Prabowo mengatakan pemerintah masih belum mencapai swasembada bawang putih. Untuk komoditas tersebut, pemerintah menargetkan kebutuhan nasional dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri dalam tiga tahun mendatang.

“Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News