Kejar Target 1,5 Juta Ton, Bulog Usulkan Pembelian Beras SPHP Bisa Lebih dari 2 Pack



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perum Bulog kembali mendapat penugasan untuk menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton pada tahun ini.

Untuk mempercepat realisasi penyaluran, Bulog berencana mengusulkan penyesuaian aturan pembelian oleh masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulog akan mengajukan agar pembelian beras SPHP oleh masyarakat dapat dilakukan lebih dari dua kemasan (pack) per orang.


Baca Juga: Sistem Parkir Otomatis Buka Peluang Investasi Baru

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran penjualan (turn over) sehingga target penyaluran bisa lebih cepat tercapai.

“Kalau sebelumnya satu orang hanya boleh membeli dua pack, sekarang kami akan ajukan agar jumlahnya bisa ditambah, supaya turn over penyalurannya juga lebih besar,” kata Rizal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas), Minggu (11/1/2026).

Selain itu, Bulog juga akan memulai penyaluran beras SPHP lebih awal, yakni sejak Januari 2026. Dengan demikian, periode penyaluran dapat berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Rizal menjelaskan, pada 2025 penyaluran beras SPHP tidak dilakukan secara penuh sepanjang tahun, sehingga realisasinya tidak mencapai target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Siap Sambut Peluang PPN DTP 100% Sepanjang 2026

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, hingga Rabu (24/12/2025) realisasi penyaluran beras SPHP baru mencapai 784 ribu ton, atau sekitar 52,8% dari target 1,5 juta ton pada 2025.

Menurut Rizal, rendahnya realisasi tersebut disebabkan penyaluran beras SPHP sempat dihentikan pada periode Maret hingga Juni 2025.

“Ke depan, harapannya penjualan beras SPHP bisa berjalan sepanjang tahun, dari Januari sampai Desember, sehingga tidak ada lagi periode penyaluran yang terputus,” jelas Rizal.

Selanjutnya: Menkeu Purbaya Bakal Evaluasi Aturan Ultimum Remedium di Cukai

Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News