Kejar Target 19 Juta Wisman di 2027, Kemenpar Minta Tambahan Anggaran Rp 1,99 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,99 triliun untuk tahun 2027. Tambahan tersebut dibutuhkan agar total anggaran kementerian mencapai Rp 3 triliun, jauh di atas pagu indikatif yang saat ini ditetapkan sebesar Rp 1,01 triliun.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kebutuhan anggaran tersebut diperlukan untuk mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 17,6 juta hingga 19,1 juta orang pada 2027, serta perolehan devisa pariwisata sebesar US$ 25,5 miliar hingga US$ 28,6 miliar.

"Kami menilai untuk dapat bekerja secara optimal serta memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi perekonomian nasional, Kementerian Pariwisata memerlukan anggaran sebesar Rp 3 triliun," ujar Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (17/6/2026).


Baca Juga: Aset BUMD Tembus Rp 1.240 Triliun, Namun 300 Perusahaan Daerah Masih Merugi

Selain target wisman dan devisa, Kemenpar juga membidik 1,28 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,33 juta orang, serta investasi pariwisata mencapai Rp 71 triliun pada 2027.

Widiyanti mengungkapkan, pagu indikatif Kemenpar tahun 2027 sebesar Rp 1,01 triliun mengalami penurunan 29,6% dibandingkan pagu tahun 2026. Penurunan terbesar terjadi pada program pariwisata yang mencapai 65% dan program pendidikan serta vokasi sebesar 46%.

Menurutnya, keterbatasan anggaran berpotensi memengaruhi pelaksanaan sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, promosi pariwisata, pengembangan destinasi, hingga penyelenggaraan event.

Pada bidang pemasaran misalnya, keterbatasan anggaran berisiko mengurangi eksposur pariwisata Indonesia di pasar domestik maupun internasional karena jumlah kegiatan promosi yang dapat dilakukan menjadi lebih terbatas.

Sementara pada bidang pengembangan destinasi, pengurangan anggaran dapat mengurangi cakupan pendampingan desa wisata, sertifikasi, hingga pemantauan dan evaluasi Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN).

Widiyanti menegaskan, tambahan anggaran bukan semata untuk kebutuhan kelembagaan, melainkan untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional.

Baca Juga: Kasus Korupsi MBG Berlanjut, Kejagung Segel Motor Listrik BGN di Sentul

"Kami memahami kondisi fiskal negara. Namun untuk menjaga daya saing dan memastikan target besar pariwisata tetap tercapai, dukungan penganggaran menjadi sangat strategis," katanya.

Pada 2027, Kemenpar akan memfokuskan program pada pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, termasuk penyelesaian 10 destinasi prioritas dan pengembangan tiga destinasi regeneratif. 

Selain itu, kementerian akan melanjutkan sejumlah program unggulan seperti pengembangan desa wisata, Event by Indonesia, Tourism 5.0, peningkatan keselamatan berwisata, serta penguatan pariwisata berkualitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News