Ada pandemi, pengguna MyPertamina di Jateng dan Yogyakarta tumbuh 800%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semenjak awal virus corona melanda dunia dan Indonesia, PT Pertamina (Persero) berupaya untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat yang aman sesuai dengan protokol Covid-19. Salah satunya adalah mendorong pelanggan untuk menggunakan pembayaran non tunai melalui aplikasi MyPertamina.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anna Yudhiastuti selaku Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV untuk mencegah potensi penyebaran virus corona, khususnya pada saat pengisian bahan bakar di SPBU.

“Kami terus mengedukasi dan mengimbau kepada pelanggan kami untuk menggunakan aplikasi MyPertamina guna mengurangi adanya kontak fisik antara pelanggan dengan petugas SPBU,” kata Anna dalam siaran pers yang diterima Kontan..co.id, Rabu (23/9).


Menurutnya, pandemi yang terjadi telah mempercepat perubahan pola transaksi dari yang semula menggunakan uang tunai kemudian beralih menjadi menggunakan uang elektronik.

Baca Juga: Kilang polypropylene Pertamina pasok kebutuhan bahan baku plastik kemasan

“Khusus di wilayah kerja kami yakni Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, ada peningkatan angka pengguna MyPertamina yang cukup signifikan yaitu hingga 8 kali kelipatan atau 800%,” terang Anna.

Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah pengguna MyPertamina pada bulan Mei 2020 sebanyak 37.000 pengguna dan kini bertambah menjadi 342.000 pengguna pada bulan September 2020. Anna menambahkan, peningkatan tersebut juga merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi digital di Indonesia.

“Setidaknya ada 28.000 transaksi setiap harinya melalui aplikasi MyPertamina yang tercatat di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dan kami harapkan akan terus bertambah,” imbuhnya.

Editor: Anna Suci Perwitasari