Kejar target investasi, BKPM andalkan proyek BUMN



JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengandalkan realisasi proyek pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengejar target investasi tahun depan. Kondisi perekonomian yang tak kunjung membaik membuat lembaga ini pesimis terjadi peningkatan investasi swasta.

Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, realisasi investasi tahun depan akan dipengaruhi implementasi rencana pembangunan pemerintah, terutama BUMN.

Dia menyebut, salah satu proyek pemerintah yang akan mengisi daftar realisasi investasi Indonesia 2014 adalah pembangunan Bandara Karawang, Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan Cilamaya, Pelabuhan Tanjung Emas, Jalan Tol Tanjung Priok–Cikarang, dan Jalan tol lintas Jawa.


Pembangunan Bandara Karawang dan akses tol Jawa Barat nilai investasinya mencapai US$ 3,75 miliar, sedangkan jalan tol Tanjung Priok sepanjang 16,67 kilometer senilai US$ 612,5 juta. Untuk pembangunan Pelabuhan Cilamaya dan akses tol sepanjang 30 km di Jawa Barat senilai US$ 4,18 miliar. Proyek-proyek itu sebagian masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Selain bertopang pada proyek pemerintah, Azhar berharap perekonomian global dan nasional membaik. Dengan begitu persetujuan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2011, 2012, dan 2013 dapat direalisasikan di 2014.

BKPM menargetkan realisasi investasi Rp 450 triliun pada 2014. Target ini naik 15% dibanding 2013 yang sebesar Rp 390,3 triliun. "Realisasi tergantung besarnya investasi dan kompleksitas teknologi," kata Azhar, Kamis (12/12).

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, mengatakan, proyek infrastruktur BUMN menjadi dorongan investasi yang kuat bagi Indonesia tahun depan. Proyek infrastruktur diharapkan akan memperbaiki sistem logistik logistik di Indonesia.

Hal ini akan menjadikan efisiensi dan daya saing RI naik. "Khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa