Kejar Target Pendapatan Rp 300 Miliar, Hatten Bali (WINE) Kembali Ekspansi ke Jakarta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hatten Bali Tbk (WINE) mendorong peningkatan portofolionya dengan pembukaan kembali The Cellardoor Jakarta serta peluncuran Two Islands Fine Tawny.

Strategi tersebut digalangkan guna mengejar target pertumbuhan kinerja tahun 2026.

General Manager The Cellardoor Jakarta, Fidi Sjamsoedin menyebutkan pembukaan The Cellardoor Jakarta guna menggenjot target pendapatan WINE di Rp 300 miliar pada 2026.


Dus, perseroan berupaya meningkatkan penetrasi pasar di luar Bali yang lebih agresif.

Baca Juga: Ekspansi ke Jakarta, Hatten Bali (WINE) Siapkan Cellardoor & Dua Produk Premium Baru

"Nilai investasi The Cellardoor di Jakarta sekitar Rp 500 juta untuk dua tahun," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (31/7/2026).

Selain itu, peluncurkan Two Islands Fine Tawny sebagai rangkaian inovasi produk. Dalam agenda ekspansinya, WINE berencana terus melakukan inovasi produk dalam tiga tahun ke depan.

Presiden Direktur WINE, Ida Bagus Rai Budarsa melanjutkan bahwa pembukaan kembali The Cellardoor Jakarta dan peluncuran Two Islands Fine Tawny merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses terhadap merek-mereknya.

Harapannya, perseroan dapat meningkatkan pengalaman konsumen, sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi pelanggan, mitra, dan pemegang saham.

 
WINE Chart by TradingView

"Melalui The Cellardoor Jakarta, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan seluruh portofolio kami, sementara Fine Tawny menjadi bukti komitmen kami untuk terus memperkaya pilihan wine berkualitas bagi masyarakat Indonesia," tegasnya.

Baca Juga: Hatten Bali (WINE) Targetkan Pertumbuhan Kinerja Moderat pada 2026

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, WINE mencatatkan pendapatan Cellardoor sebesar Rp 54,91 juta. Angka itu turun 23,84% secara tahunan (year on year/yoyo) dari Rp 72,10 juta.

Secara keseluruhan, WINE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 133,58 miliar atau tumbuh 2,20% yoy. Namun, laba bersih tercatat turun 21,59% yoy menjadi Rp 14,05 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News