Kejar Target Pusat Halal Dunia 2029, Pemerintah Genjot Ekosistem Industri



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah mendorong industri halal Indonesia naik kelas.  Pengembangan sektor ini tidak lagi hanya bertumpu pada sertifikasi makanan dan minuman, tetapi diarahkan menjadi ekosistem bisnis.

Hal tersebut mencakup kesehatan, kosmetik, farmasi, fesyen, pariwisata, keuangan hingga rantai pasok.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan perubahan tersebut diperlukan untuk mencapai target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada 2029.


“2029 Indonesia harus menjadi pusat halal dunia,” ujar Haikal saat menghadiri Wisuda ke-10 Universitas Ary Ginanjar (UAG) University dan Welcoming Reception Mahasiswa Baru ke-14 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: SiCepat Raih Sertifikasi Halal Logistik, Perkuat Dukungan Distribusi Industri Halal

Menurut Haikal, industri halal perlu dibangun sebagai ekosistem yang terintegrasi. Artinya, prinsip halal tidak hanya diterapkan pada produk akhir, tetapi juga mencakup proses produksi, penyimpanan, distribusi hingga produk diterima konsumen.

Perluasan ekosistem tersebut sekaligus membuka kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami rantai pasok halal.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting untuk menyiapkan tenaga profesional sekaligus mendorong riset dan inovasi di sektor tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan UAG adalah membuka program studi Halal Supply Chain. Program ini diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memahami pengelolaan rantai pasok sesuai prinsip halal.

Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian mengatakan pengembangan industri halal harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Kami mendukung program pemerintah, yaitu Indonesia menjadi pasar atau pemimpin halal dunia," kata Ary.

Baca Juga: 10 Jurus DJP Berjibaku Kejar Target Pajak 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Menurut Ary, kebutuhan tenaga kerja di industri halal juga semakin kompleks di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika. 

Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual, tetapi juga perlu memperkuat karakter dan kemampuan sosial. 

UAG mengembangkan pendekatan pendidikan melalui aspek Spiritual, Kreatif, dan Intelektual (SKI). Ary menyebut 62,5% wisudawan UAG telah bekerja sebelum menyelesaikan pendidikan.

Penguatan SDM menjadi bagian penting karena ambisi menjadi pusat halal dunia tidak cukup dicapai dengan memperbanyak produk bersertifikat halal. 

Indonesia juga perlu memperkuat kapasitas produksi, rantai pasok, inovasi serta tenaga profesional agar mampu mengambil peran lebih besar dalam industri halal global.

Baca Juga: Wajib Halal Oktober 2026 Jadi Momentum Industri Halal Naik Kelas

Dengan demikian, target 2029 akan bergantung pada kemampuan Indonesia membangun ekosistem halal dari hulu hingga hilir, bukan sekadar meningkatkan jumlah sertifikasi produk.

Sumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7880348/target-indonesia-jadi-pusat-halal-dunia-2029-kampus-mulai-perkuat-rantai-pasok?page=all&s=paging_new. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News