Kejar yield 10%, Taspen tambah penempatan di saham



JAKARTA. PT Taspen (Persero) menargetkan imbal hasil investasi ke peserta mencapai 10% tahun ini. Caranya, Taspen akan mengurangi penempatan dana di obligasi dan meningkatkan penempatan di saham. Alasan pengalihan ini karena saham memberikan imbal hasil yang lebih tinggi ketimbang deposito. Tahun ini, Taspen akan mengurangi porsi obligasi,  sebelumnya antara 70%-75% dari total portofolio investasi, menjadi 68%. Imbasnya, porsi saham saham meningkat, dari 11% menjadi 25%. Adapun porsi deposito perbankan hanya 6,5% Sudiyatmoko Sentot, Sekretaris Perusahaan Taspen, mengatakan perubahan portofolio guna mencapai target imbal hasil. Sebab, bunga obligasi dan deposito kurang bisa memenuhi target imbal hasil yang telah ditentukan. "Imbal hasilnya terlalu keci, terutama bagi penerima dana pensiun," kata Sediyatmoko,  Selasa (19/3). Dalam perhitungan Taspen, saham bisa memberikan imbal hasil investasi hingga mencapai 25%  setahun. Terkait alokasi investasi ke obligasi dan surat utang negara tahun ini, Taspen sudah menyiapkan dana Rp 8 triliun. Taspen mencatat, outstanding aset tabungan hari tua (THT) dan dana pensiun mencapai Rp 130 triliun. Komposisi pendanaannya, THT mencapai Rp 68 triliun dan dana pensiun Rp 62 triliun. Selain fokus pada perolehan investasi. Taspen juga meningkatkan layanan manfaat kepada pensiunan. Kemarin, Taspen kembali memperpanjang kerjasama dalam pembayaran Tabungan Hari Tua Multiguna dan Pensiunan melalui Bank Jabar-Banten (BJB). Sebelumnya, Taspen telah melakukan kerjasama dengan beberapa bank seperti Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta PT Pos Indonesia.  Menurut Sudiyatmo, kerjasama Taspen dengan bank pembangunan daerah (BPD) terbilang strategis. "Jumlah pensiunan di Jawa Barat saja mencapai 34.540 orang," terang Sudiyatmoko. Selain itu, BJB memiliki 62 kantor cabang dan 304 kantor cabang pembantu dan menjadi kantor pembayaran Taspen. Setiap bulan, Taspen membayar sekitar Rp 81,8 miliar kepada para pensiunan di Jawa Barat. Bien Subiantoro, Direktur Utama BJB mengatakan, kerjasama dengan Taspe membuka peluang kepada BPD tersebut memberikan kredit pensiun  ke peserta Taspen. "Potensinya sangat besar, sekitar 13.000 pensiunan. Minimal kami bisa menjangkau 40% sudah cukup menjanjikan," terang Bien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Roy Franedya