NEW YORK. Warga Amerika mulai sedikit rileks. Mereka membeli satu atau dua buah sweater, sedikit makanan untuk bersenang-senang, membeli gadget baru dan banyak melakukan aktivitas via internet. Hal itu ternyata memberikan sedikit kelegaan bagi gerai-gerai retail, yang beberapa bulan belakangan mengalami penurunan penjualan. Alhasil, pada Januari, penjualan ritel AS secara tak terduga naik 1%. Data ini dikeluarkan secara resmi oleh Departemen Perdagangan AS pada Kamis (12/2). "Konsumen mulai memanjakan dirinya masing-masing," kata Joel Naroff, President and Chief Economist Naroff Economic Advisor Inc. Meski demikian, sepertinya terlalu awal untuk bersenang-senang. Dengan tingginya tingkat pengangguran AS bulan ini dan adanya rencana pemangkasan karyawan lagi ke depannya, krisis ekonomi sepertinya masih akan terus berlanjut.
Kejutan, Penjualan Ritel AS Naik 1%
NEW YORK. Warga Amerika mulai sedikit rileks. Mereka membeli satu atau dua buah sweater, sedikit makanan untuk bersenang-senang, membeli gadget baru dan banyak melakukan aktivitas via internet. Hal itu ternyata memberikan sedikit kelegaan bagi gerai-gerai retail, yang beberapa bulan belakangan mengalami penurunan penjualan. Alhasil, pada Januari, penjualan ritel AS secara tak terduga naik 1%. Data ini dikeluarkan secara resmi oleh Departemen Perdagangan AS pada Kamis (12/2). "Konsumen mulai memanjakan dirinya masing-masing," kata Joel Naroff, President and Chief Economist Naroff Economic Advisor Inc. Meski demikian, sepertinya terlalu awal untuk bersenang-senang. Dengan tingginya tingkat pengangguran AS bulan ini dan adanya rencana pemangkasan karyawan lagi ke depannya, krisis ekonomi sepertinya masih akan terus berlanjut.