KEK ETKI Banten Raih Investasi Rp 1,19 Triliun, Bidik Tambahan Rp 5 Triliun pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau Be HUB SEZ berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp 1,19 triliun sejak diresmikan pada 2024. 

Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty menuturkan, pencapaian tersebut diraih meski usia KEK terbilang masih cukup muda.

KEK ETKI Banten sendiri baru diumumkan pemerintah pada Oktober 2024 dan merupakan KEK ke-23 dari total 25 KEK yang telah beroperasi di Indonesia. 


Kawasan ini dikembangkan oleh PT Surya Inter Wisesa (SIW), bagian dari Sinar Mas Land dan fokus pada empat sektor utama yakni edukasi, kesehatan, teknologi, dan industri kreatif.

“KEK kami baru berdiri sekitar satu tahun lebih. Di Oktober 2024 diumumkan oleh pemerintah, jadi usianya memang baru. Namun demikian, secara investasi kita sudah membukukan investasi Rp 1,19 triliun dan terdapat tenaga kerja sebanyak 830 orang pada tahun 2025,” ungkap Linda, Rabu (25/2/2026). 

Di sektor pendidikan, salah satu tenant utama adalah Monash University dari Australia. Kampus internasional tersebut awalnya membuka program S2, kemudian S3, dan tahun ini menambah tiga program S1.

Baca Juga: KEK Kendal Dorong Realisasi Investasi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah Sepanjang 2025

Selain itu, terdapat BINUS ASO School of Engineering yang tengah membangun fasilitas di atas lahan 1,4 hektare dan ditargetkan beroperasi pada September 2026.

Pada tahap awal, institusi ini akan menampung 500 mahasiswa engineering dan meningkat menjadi 1.000 mahasiswa pada tahun berikutnya.

Sementara di sektor kesehatan, KEK ETKI Banten telah memiliki Biomedical Campus yang kini sudah penuh (full occupancy) dan dalam tahap fitting out. Lebih dari 10 pelaku usaha kesehatan telah bergabung di kawasan ini. 

Ke depan, pengelola menargetkan masuknya rumah sakit asing sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan berstandar global.

Adapun pada sektor digital dan ekonomi kreatif, KEK membidik startup, production house, hingga animation studio untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif dan digital.

Target 2026 dan Proyeksi Jangka Panjang

Memasuki 2026, pengelola membidik tambahan investasi dalam jumlah signifikan. KEK ETKI Banten berharap akan ada tambahan Rp 5 triliun yang masuk dari pelaku usaha. 

Baca Juga: Tren Edukasi Usia Dini Naik, Model Kemitraan Jadi Andalan Ekspansi Lembaga Pendidikan

“Sebenarnya kalau secara proyeksi dan kita lihat kondisi investasi kita ketika kita membuat KEK, memang masih early stage sih. Kita masih mengejar yang ditentukan di awal,” lanjut Linda.

Secara jangka panjang, KEK ETKI Banten menargetkan total investasi sebesar Rp 18,8 triliun dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

Dengan luas kawasan 60 hektare, atau sekitar 1% dari total area BSD City, KEK ini dikembangkan secara bertahap dalam dua area. Area 1 telah siap menerima investasi, sementara Area 2 akan dikembangkan mulai tahun depan.

Dari sisi pasar, lokasi di BSD City dinilai menjadi nilai tambah. Populasi BSD tercatat sekitar 500.000 jiwa, sementara dalam radius 10 kilometer, termasuk kawasan Gading Serpong dan sekitarnya, terdapat sekitar 2,2 juta penduduk yang diproyeksikan meningkat menjadi 4,5 juta dalam 3-4 tahun mendatang. 

Fokus pada sektor kesehatan juga didorong oleh besarnya potensi pasar domestik. Setiap tahun, sekitar 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri, terutama ke Malaysia dan Singapura. 

Pengelola KEK menilai tingginya angka tersebut menunjukkan adanya demand yang kuat di dalam negeri, namun supply fasilitas kesehatan berstandar global masih terbatas. Dengan demikian, pihaknya memiliki misi untuk dapat menghadirkan fasilitas kesehatan berstandar global untuk dapat menggarap market tersebut. 

“Oleh karena itu, kegelisahan masyarakat tentang adanya kualitas kesehatan yang lebih baik, dengan lokasi yang ada di BSD City, dengan populasi yang besar, tentunya menjadi suatu keunggulan,” tegasnya. 

Baca Juga: Belajar dari BSD City Membangun Kota Berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: