KEK Industropolis Batang Perkuat Transformasi Hijau



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. KEK Industropolis Batang terus memperkuat transformasi menuju kawasan industri hijau melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terintegrasi dalam setiap aspek pengembangan kawasan.

Tanya Liwail Chamdy, Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, mengatakan bahwa transformasi industri hijau di KEK Industropolis Batang tidak dibangun melalui program yang berdiri sendiri, tetapi melalui pengembangan ekosistem kawasan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan dalam setiap tahapan pengembangannya.

Tanya mengatakan bahwa industri hijau harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar komitmen. “Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai inisiatif, seperti penerapan estate regulation berbasis keberlanjutan, pengembangan dry port untuk efisiensi logistik dan pengurangan emisi, pemanfaatan energi surya dan energi terbarukan, pengelolaan sampah serta limbah kawasan, hingga pengembangan inisiatif blue carbon,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).


Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perluas Program PRIMA Demi Cetak SDM Industri Siap Kerja

Di sisi lain, kata dia, KEK Industropolids Batang  juga terus mendorong hadirnya tenant yang bergerak di sektor energi hijau sehingga tercipta ekosistem industri yang saling mendukung dalam mewujudkan kawasan industri berkelanjutan.

Pengembangan ekosistem tersebut diperkuat melalui tata kelola ESG yang terintegrasi ke dalam proses bisnis perusahaan. KEK Industropolis Batang telah membentuk struktur dan fungsi ESG, menyusun ESG Roadmap, melaksanakan ESG self-assessment, menerbitkan Sustainability Report, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi ESG, serta melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 sebagai dasar penyusunan strategi dekarbonisasi kawasan.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dalam ajang Jateng Green Industry Summit 2026 diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, KEK Industropolis Batang menerima Predikat Anugerah Adi Hijau, sebagai predikat tertinggi dalam rangkaian penghargaan industri hijau pada ajang tersebut.

Baca Juga: Investasi Tembus Rp 113,4 Triliun, KEK Gresik Ajukan Perluasan Area Baru

Ke depan, kata Tanya, KEK Industropolis Batang akan terus memperkuat implementasi industri hijau melalui penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, pelaksanaan penilialain ESG mandiri, serta kolaborasi dengan pemerintah, tenant, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat terwujudnya kawasan industri yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi Tim Sustainability KEK Industropolis Batang yang terdiri atas Divisi Risk Management & Sustainability, Divisi Operation, IT & Services, Divisi Utilitas, Divisi Marketing, serta Corporate Secretary. Sinergi lintas divisi tersebut memastikan prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi kebijakan perusahaan, tetapi diimplementasikan secara konsisten dalam setiap proses pengembangan kawasan.

Dengan luas kawasan mencapai 4.300 hektare, KEK Industropolis Batang saat ini menjadi rumah bagi 96 tenant, yang terdiri atas 41 tenant industri, 38 tenant komersial, dan 17 tenant BPSP. Hingga saat ini, kawasan telah mencatatkan total investasi sebesar Rp 23 triliun, luas lahan tersewa mencapai 442,2 hektare, serta menyerap 26.871 tenaga kerja.

Capaian tersebut semakin memperkuat peran KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis nasional yang tidak hanya mendorong pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi model pengembangan kawasan industri yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News