KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri paling progresif di Indonesia. Terbaru, KEK Kendal menjadi simbol keberhasilan kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura melalui kerja sama joint venture antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd.
Baca Juga: Hadapi Tekanan Global, Mega Perintis (ZONE) Hati-Hati Atur Strategi Bisnis pada 2026 Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono, kemitraan ekonomi yang terbangun melalui pengembangan KEK Kendal disebut sebagai contoh konkret kerja sama yang saling menguntungkan. Kolaborasi tersebut dinilai telah membuka ruang investasi baru, mempercepat industrialisasi daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja. Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan perluasan kawasan ini tidak hanya menambah kapasitas lahan industri, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. “Kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Juliani dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Ciputra Group Perkuat Kawasan Modern di Cibubur Hingga kuartal I-2026, KEK Kendal telah dihuni oleh 139 pelaku usaha dengan total komitmen investasi mencapai Rp 189,16 triliun serta menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja. Sektor industri yang berkembang di kawasan ini juga beragam, mulai dari otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, fashion, furnitur, makanan dan minuman (F&B), hingga industri pendukung lainnya. Juliani menambahkan, tingginya minat investor mendorong KEK Kendal untuk mempercepat perluasan kawasan, termasuk penguatan infrastruktur, fasilitas logistik, utilitas kawasan, serta peningkatan layanan perizinan yang lebih efisien. Data menunjukkan, perekonomian Jawa Tengah terus tumbuh positif. Pada kuartal I-2026, realisasi investasi provinsi ini mencapai Rp 23,02 triliun atau tumbuh 5,35% secara tahunan (YoY), dengan tren peningkatan konsisten sejak 2021.
Baca Juga: Bridgestone Siapkan Kenaikan Harga Ban hingga 5% pada Juni 2026 Kabupaten Kendal menjadi salah satu kontributor terbesar dengan realisasi investasi mencapai Rp 3,61 triliun. Bahkan pada 2024, Kendal tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah. “Dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta kolaborasi internasional yang solid, KEK Kendal optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat industri di Kabupaten Kendal dan salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” tutupnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News