KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para miliarder Australia tetap sukses menambah kekayaannya, kendati industri di Australia menghadapi ketidakpastian global akibat tarif Amerika Serikat.
Forbes mencatat, dalam laporan terbarunya, 50 orang paling kaya di Australia menambah kekayaan US$ 11 miliar, sehingga kekayaan gabungan mencapai US$ 254 miliar. Gina Rinehart, pemilik perusahaan pertambangan Hancock Prospecting, masih mempertahankan posisi nomor satu. Cuma memang, kekayaan bersihnya turun 15% menjadi US$ 24,6 miliar. Penyebabnya, bisnis Hancock Prospecting tertekan penurunan harga bijih besi dan regulasi. Sebagai investor awal di industri logam tanah jarang atawa
rare earth, Rinehart meningkatkan kepemilikan saham Hancock di MP Materials yang berbasis di AS pada bulan November menjadi 8,4%.
Baca Juga: Setelah ANZ, National Australia Bank (NAB) Pangkas Ratusan Pekerja di Australia Harry Triguboff, taipan properti, memperkuat posisinya sebagai orang terkaya kedua di Australia. Pendiri perusahaan Meriton Properties ini mencatatkan peningkatan kekayaan sebesar 20% menjadi US$ 22,6 miliar. Perusahaan properti yang berbasis di Sydney tersebut tengah meningkatkan fokus ekspansinya di Gold Coast, Queensland. Taipan pertambangan Andrew Forrest naik dua peringkat ke posisi ketiga, didukung oleh kenaikan saham raksasa bijih besi Fortescue. Kenaikan saham tersebut membantu Forrest meningkatkan kekayaan bersihnya sebesar US$ 4 miliar menjadi US$ 20,1 miliar. Forrest memiliki pandangan optimistis terhadap emas. Hal tersebut membawanya meningkatkan kepemilikan saham di perusahaan pertambangan Greatland Gold hingga lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 19%.
Baca Juga: Mark Cuban: AI Berpotensi Ciptakan Triliuner Pertama Dunia dari Rumah Peringkat pasangan suami istri pendiri Canva, Cliff Obrecht dan Melanie Perkins, naik ke posisi keempat dalam daftar 50 orang terkaya di Australia. Kenaikan kekayaan ini didorong kenaikan valuasi perusahaan aplikasi desain tersebut menjadi US$ 42 miliar di Agustus lalu. Cliff Obrecht dan Melanie Perkins tercatat memiliki kekayaan gabungan US$ 15,1 miliar. Artinya, kekayaan gabungan keduanya naik hampir sepertiga dari tahun lalu. Secara keseluruhan, 30 orang dalam daftar tersebut menjadi lebih kaya tahun ini, termasuk pewaris pertambangan Angela Bennett, yang menjual 15% sahamnya dalam proyek bijih besi di Australia barat kepada perusahaan raksasa Jepang Mitsui pada Desember seharga US$ 2 miliar.
Baca Juga: Kekayaan Larry Page Lampaui Larry Ellison, Jadi Orang Terkaya Nomor Dua di Dunia Kekayaan keponakan Bennett, yakni Alexandra Burt dan Leonie Baldock, juga mendapat dorongan dari penjualan saham mereka di proyek yang sama. Kekayaan tiga pendiri jaringan apotek Chemist Warehouse, kakak beradik Jack dan Sam Gance, serta mitra bisnis mereka Mario Verrocchi, naik peringkat setelah perusahaan mereka merger dengan Sigma Healthcare yang terdaftar di ASX. Aksi korporasi tersebut menghasilkan peningkatan kekayaan masing-masing hingga tiga kali lipat menjadi US$ 6,9 miliar dan US$ 5,9 miliar. Sementara pendiri perusahaan perangkat lunak Atlassian, Mike Cannon-Brookes dan Scott Farquhar, menjadi miliarder dengan penurunan kekayaannya terbesar, bila dihitung dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Miliarder Swiss Ini Usulkan Pajak Lebih Tinggi bagi Orang Kaya Kekayaan Cannon-Brookes dan Farquhar turun lantaran persaingan yang semakin ketat berdampak pada saham perusahaan. Keduanya menempati peringkat ke-6 dan ke-7, turun tiga peringkat dari tahun lalu, dengan kekayaan masing-masing US$ 10 miliar dan US$ 9,7 miliar. Selain itu, ada tiga pendatang baru dalam daftar 50 orang terkaya di Australia. Pertama ada Dennis Bastas, pendiri perusahaan kesehatan dan kecantikan DBG Health. Kekayaan Bastas tercatat mencapai US$ 3,6 miliar. Kekayaan Bastas naik setelah menjual 21% sahamnya pada Agustus kepada investor ekuitas swasta.
Baca Juga: Dana Abadi Australia Tembus US$166 Miliar, Pangkas Portofolio AS Yang kedua ada Robin Khuda, pendiri operator pusat data AirTrunk. Pria kelahiran Bangladesh ini melepas sahamnya yang ke manajer aset global Blackstone pada akhir 2024 dengan valuasi fantastis, mencapai US$ 16 miliar. Ketiga ada Daniel dan William Roberts bersaudara, yang adalah pendiri IREN, perusahaan pembangun pusat data yang berbasis di Sydney. Harga saham IREN yang terdafta di Nasdaq mengalami kenaikan lebih dari lima kali lipat dalam setahun terakhir. Berikut daftar 50 orang terkaya di Australia saat ini
| Peringkat | Nama | Kekayaan | Sektor Industri |
| 1 | Gina Rinehart | US$ 24,6 Miliar | Metal & pertambangan |
| 2 | Harry Triguboff | US$ 22,6 Miliar | Real Estate |
| 3 | Andrew Forrest & keluarga | US$ 20,1 Miliar | Metal & pertambangan |
| 4 | Cliff Obrecht & Melanie Perkins | US$ 15,1 Miliar | Teknologi |
| 5 | Anthony Pratt | US$ 11,5 Miliar | Manufaktur |
| 6 | Mike Cannon-Brookes | US$ 10 Miliar | Teknologi |
| 7 | Scott Farquhar | US$ 9,7 Miliar | Teknologi |
| 8 | Frank Lowy | US$ 8,8 Miliar | Keuangan & Investasi |
| 9 | Kerry Stokes | US$ 7,9 Miliar | Aneka Industri |
| 10 | Bianca Rinehart & saudara | US$ 7,5 Miliar | Metal & pertambangan |
| 11 | Jack & Sam Gance | US$ 6,9 Miliar | Fashion & Ritel |
| 12 | Mario Verrocchi | US$ 5,9 Miliar | Fashion & Ritel |
| 13 | Richard White | US$ 5,7 Miliar | Teknologi |
| 14 | John, Alan & Bruce Wilson | US$ 4,6 Miliar | Fashion & Ritel |
| 15 | John Gandel | US$ 4,4 Miliar | Real Estate |
| 16 | Angela Bennett | US$ 4,3 Miliar | Metal & pertambangan |
| 17 | Alexandra Burt & Leonie Baldock | US$ 4,2 Miliar | Metal & pertambangan |
| 18 | Clive Palmer | US$ 3,9 Miliar | Metal & pertambangan |
| 19 | Gerry Harvey | US$ 3,8 Miliar | Fashion & Ritel |
| 20 | Cameron Adams | US$ 3,75 Miliar | Teknologi |
| 21 | Dennis Bastas | US$ 3,6 Miliar | Perawatan Kesehatan |
| 22 | James Packer | US$ 3,55 Miliar | Keuangan & Investasi |
| 23 | Len Ainsworth & keluarga | US$ 3,5 Miliar | Kasino |
| 24 | Anthony Hall | US$ 3,45 Miliar | Teknologi |
| 25 | Sam Hupert | US$ 3,4 Miliar | Teknologi |
| 26 | Lindsay Fox | US$ 2,8 Miliar | Logistik |
| 27 | Brett Blundy | US$ 2,75 Miliar | Fashion & Ritel |
| 28 | Michael Hintze | US$ 2,7 Miliar | Keuangan & Investasi |
| 29 | Jack Cowin | US$ 2,65 Miliar | Food & Beverage |
| 30 | David Teoh | US$ 2,5 Miliar | Telekomunikasi |
| 31 | Sam Chong | US$ 2,49 Miliar | Metal & pertambangan |
| 32 | Fiona Geminder | US$ 2,48 Miliar | Manufaktur |
| 33 | Kie Chie Wong | US$ 2,4 Miliar | Metal & pertambangan |
| 34 | Hains keluarga | US$ 2,35 Miliar | Keuangan & Investasi |
| 35 | Michael Heine | US$ 2,25 Miliar | Keuangan & Investasi |
| 36 | Bob Ell | US$ 2,2 Miliar | Real Estate |
| 37 | Solomon Lew | US$ 2,1 Miliar | Fashion & Ritel |
| 38 | Robin Khuda | US$ 2 Miliar | Teknologi |
| 39 | Sue Walker & keluarga | US$ 1,95 Miliar | Real Estate |
| 40 | John Van Lieshout | US$ 1,9 Miliar | Real Estate |
| 41 | Gretel Packer | US$ 1,8 Miliar | Keuangan & Investasi |
| 42 | Heloise Pratt | US$ 1,75 Miliar | Manufaktur |
| 43 | Daniel & William Roberts | US$ 1,7 Miliar | Teknologi |
| 44 | Chris Morris & keluarga | US$ 1,68 Miliar | Teknologi |
| 45 | Sam Kennard & saudara | US$ 1,65 Miliar | Real Estate |
| 46 | Ed Craven | US$ 1,5 Miliar | Kasino |
| 47 | Bijan Tehrani | US$ 1,45 Miliar | Kasino |
| 48 | Chris Wallin | US$ 1,4 Miliar | Metal & pertambangan |
| 49 | Snow keluarga | US$ 1,35 Miliar | Real Estate |
| 50 | Bruce Mathieson | US$ 1,2 Miliar | Real Estate |
Sumber: https://www.forbes.com/lists/australia-billionaires/