Kekayaan Bill Gates Turun US$40 Miliar di 2025, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID -  Di antara dua puluh orang terkaya di dunia, hanya satu nama besar yang tercatat mengalami penurunan kekayaan signifikan pada tahun 2025: Bill Gates.

Menurut laporan keuangan global yang dirujuk oleh Yahoo Finance, pendiri Microsoft tersebut kehilangan sekitar US$40 miliar dari total kekayaannya sepanjang tahun ini.

Kabar tersebut cukup mengejutkan, mengingat Gates selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu tokoh paling stabil dalam daftar orang terkaya dunia.


Baca Juga: Kekayaan Bill Gates Anjlok Rp 640 Triliun, Imbas Jual Saham Microsoft

Namun penurunan besar kali ini tidak disebabkan oleh kegagalan bisnis, melainkan keputusan strategis dalam portofolio investasi pribadi yang mencerminkan prinsip filantropi dan diversifikasi miliknya.

Kekayaan Bill Gates Turun ke US$118 Miliar

Pada November 2025, Bloomberg Billionaire Index mencatat kekayaan bersih Bill Gates sebesar US$118 miliar, menempatkannya di peringkat ke-15 orang terkaya dunia.

Angka tersebut jauh di bawah mantan koleganya di Microsoft, Steve Ballmer, yang kini memiliki kekayaan mencapai US$178 miliar dan menduduki posisi kedelapan.

Penurunan ini sebagian besar terjadi karena Gates menjual sebagian besar sahamnya di Microsoft Corp. (NASDAQ: MSFT), perusahaan yang ia dirikan bersama Paul Allen pada tahun 1975.

Sementara itu, Ballmer justru mempertahankan hampir seluruh saham Microsoft yang dimilikinya, sehingga kekayaannya tetap tumbuh mengikuti kinerja saham raksasa teknologi tersebut.

Penurunan Akibat Penjualan Saham dan Donasi Filantropi

Selain penjualan saham Microsoft, sebagian kekayaan Gates memang telah lama dialokasikan untuk kegiatan sosial.

Sejak mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation pada tahun 2000, ia dan mantan istrinya telah menyalurkan sekitar US$17 miliar untuk mendanai program kemanusiaan, kesehatan global, dan pendidikan di seluruh dunia.

Tak hanya itu, perceraian keduanya juga berdampak besar pada kekayaan pribadi Gates. Ia kehilangan sekitar US$65 miliar sebagai bagian dari pembagian aset dengan Melinda French Gates.

Meski begitu, ia tetap menegaskan komitmennya untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya kepada yayasan tersebut selama hidupnya.

Dalam pernyataannya kepada media, Gates menyebutkan bahwa penghitungan kekayaan bersih yang dilakukan Bloomberg mengalami penyesuaian besar setelah ia menegaskan kembali niatnya untuk menyumbangkan hampir seluruh asetnya pada Juli 2025. Akibatnya, sebagian besar harta yang dialihkan ke yayasan tidak lagi dihitung dalam total kekayaan pribadinya.

Investasi di Berkshire Hathaway dan Perusahaan Swasta

Selain saham Microsoft, kepemilikan terbesar Gates di pasar publik adalah di Berkshire Hathaway Inc. (NYSE: BRK-B), perusahaan investasi milik sahabat lamanya, Warren Buffett. Namun, saham Berkshire tahun ini juga mengalami performa yang kurang baik, sehingga turut berkontribusi pada penurunan nilai portofolionya.

Di luar pasar publik, Gates memiliki sejumlah investasi di perusahaan swasta melalui Cascade Investments, perusahaan induk yang menampung berbagai aset nonteknologi miliknya.

Salah satu investasinya yang menonjol adalah TerraPower, perusahaan energi nuklir tahap lanjut yang berfokus pada pengembangan teknologi reaktor ramah lingkungan.

Menariknya, Gates juga tercatat sebagai pemilik lahan pribadi terbesar di Amerika Serikat, dengan kepemilikan mencapai 270.000 acre atau sekitar 109.000 hektare yang tersebar di berbagai negara bagian.

Aset ini menjadikannya salah satu tokoh dengan diversifikasi kepemilikan lahan pertanian dan properti paling luas di kalangan miliarder dunia.

Tonton: Arilangga: Patriot Bond Danai 33 Proyek PLTSa, Targetkan Kota Bersih Bebas Sampah

Dari Orang Terkaya Dunia ke Filantropis Global

Bill Gates pernah menyandang gelar orang terkaya di dunia selama 18 dari 24 tahun, antara 1995 hingga 2017.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia lebih banyak dikenal karena kontribusinya terhadap kesehatan global dan pendidikan melalui lembaganya, bukan karena kekayaan pribadi semata.

Meski kekayaannya kini menurun, Gates tetap termasuk dalam jajaran miliarder paling berpengaruh di dunia.

Penurunan nilai kekayaannya dianggap sebagai konsekuensi dari komitmen sosial yang besar, bukan tanda kemunduran finansial.

Fokus Baru pada Dampak Sosial dan Inovasi Energi

Gates kini lebih memusatkan perhatiannya pada upaya melawan perubahan iklim, pengembangan vaksin, serta inovasi energi bersih.

Ia percaya bahwa kekayaan sejati bukan diukur dari jumlah aset, melainkan dari sejauh mana seseorang dapat memberikan manfaat bagi dunia.

Sikap ini sejalan dengan visinya ketika menulis buku How to Avoid a Climate Disaster, di mana ia mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menciptakan teknologi yang mampu menekan emisi karbon global.

Dengan strategi filantropi dan investasi hijau yang konsisten, Bill Gates menunjukkan bahwa meskipun nilai kekayaannya menurun, pengaruh dan kontribusinya terhadap dunia justru semakin besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: