Kekayaan Elon Musk Tembus US$ 726 Miliar, Lampaui Ekonomi Belgia hingga Nilai Oracle



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekayaan bersih Elon Musk menutup tahun 2025 di level fantastis, mencapai sekitar US$ 726 miliar atau sekitar Rp 12.725 triliun (kurs Rp 16.700).

Angka ini membuat bos Tesla dan SpaceX tersebut bukan hanya menjadi orang terkaya di dunia, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang melampaui sejumlah negara dan perusahaan raksasa global. 

Musk menempati peringkat pertama orang terkaya dunia sejak Mei 2024, setelah melampaui CEO LVMH Bernard Arnault. 


Di bawah Musk, jajaran lima besar orang terkaya dunia diisi oleh salah satu pendiri Google Larry Page dengan kekayaan sekitar US$ 256,9 miliar, disusul Ketua Oracle Larry Ellison sebesar US$245 miliar, pendiri Amazon Jeff Bezos sebesar US$242,2 miliar, serta Sergey Brin dengan US$ sebesar 237,1 miliar.

Baca Juga: Neuralink Milik Elon Musk Akan Mulai Produksi Massal Perangkat Otak Digital di 2026

Jika disandingkan dengan ukuran ekonomi global, kekayaan Musk setara dengan ekonomi terbesar ke-23 dunia. Nilainya melampaui produk domestik bruto (PDB) Belgia yang mencapai sekitar US$ 716 miliar, Irlandia US$ 708 miliar, Argentina US$ 683 miliar, dan Swedia US$ 662 miliar. 

Posisi kekayaan Musk hanya berada di bawah Taiwan yang memiliki PDB sekitar US$ 884 miliar, berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF).

Nilai kekayaan tersebut juga lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasar sejumlah perusahaan besar dunia. Kekayaan Musk melampaui nilai pasar Oracle yang berada di kisaran US$ 560 miliar, raksasa kesehatan Johnson & Johnson sebesar US$ 498,6 miliar, serta LVMH milik Bernard Arnault yang bernilai sekitar US$375,9 miliar.

Tak hanya itu, kekayaan Musk bahkan hampir menyamai total nilai pasar seluruh aset kripto global pada 2018 yang sekitar US$ 773 miliar. 

Nilainya juga lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar Ethereum, kripto terbesar kedua di dunia dengan nilai sekitar US$358 miliar pada 2025, meski masih berada di bawah Bitcoin yang bernilai sekitar US$ 1,7 triliun.

Baca Juga: Startup Roket China LandSpace Bidik Pasar Global, Saingi Elon Musk

Lonjakan kekayaan Musk sepanjang 2025 tercatat sebagai rekor. Setelah melampaui US$ 300 miliar pada November 2024, Musk menjadi orang pertama di dunia yang mencapai kekayaan US$ 400 miliar sebulan kemudian. 

Pada Oktober 2025, ia kembali mencetak sejarah dengan menembus US$ 500 miliar, lalu mencapai US$ 600 miliar di awal Desember dan melewati US$ 700 miliar hanya dalam hitungan hari.

Kenaikan tajam ini didorong oleh valuasi SpaceX yang melonjak setelah perusahaan tersebut meluncurkan penawaran tender yang menilai bisnis antariksa itu sebesar US$ 800 miliar, naik dua kali lipat dibandingkan Agustus lalu. 

Langkah ini menambah kekayaan Musk sekitar US$ 168 miliar. Selain itu, Mahkamah Agung Delaware membatalkan putusan sebelumnya yang membatalkan opsi saham Tesla milik Musk senilai sekitar US$139 miliar, sehingga turut mendongkrak total kekayaannya.

Baca Juga: Forbes Catat Kekayaan Elon Musk Tembus Rp 9.960 Triliun, SpaceX Bersiap IPO

Dengan perkembangan tersebut, Musk kini disebut berada di jalur untuk menjadi manusia pertama dengan kekayaan US$ 1 triliun.

Pemegang saham Tesla pada November lalu telah menyetujui paket kompensasi yang berpotensi bernilai mendekati US$ 1 triliun, asalkan perusahaan mencapai sejumlah target kinerja dalam satu dekade ke depan.

Selanjutnya: Adira Finance (ADMF) Optimistis Pembiayaan Modal Kerja Membaik pada 2026

Menarik Dibaca: Lanjut Ngacir, Story (IP) Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers 24 Jam