KONTAN.CO.ID - Prajogo Pangestu, salah satu orang terkaya di Indonesia, masuk dalam jajaran lima miliarder dunia yang mengalami penurunan kekayaan terbesar pada Rabu (28/10). Berdasarkan data
Forbes, kekayaan Prajogo menyusut sekitar US$1,3 miliar atau sekitar Rp23,6 triliun dengan asumsi kurs US$1 setara Rp18.180 pada hari Rabu. Penurunan tersebut terjadi ketika pasar saham Indonesia mengalami tekanan dan ikut menyeret nilai kekayaan sejumlah miliarder Tanah Air.
Baca Juga: Bos Vingroup Masuk Daftar Miliarder Paling Untung di Dunia, Harta Tambah Rp97 Triliun Kekayaan Prajogo Pangestu Turun 10%
Prajogo Pangestu berada di posisi kelima dalam daftar miliarder dunia dengan penurunan kekayaan terbesar pada Rabu pagi. Kekayaannya tercatat turun sekitar 10% menjadi US$11,3 miliar, dari sebelumnya sekitar US$12,6 miliar. Kekayaan Prajogo setelah penurunan tersebut setara dengan sekitar Rp205,6 triliun. Penurunan tersebut tidak terlepas dari kinerja saham perusahaan yang terkait dengan bisnis Prajogo. Mengutip
VnExpress, saham perusahaan induknya, Barito Pacific, tercatat turun 6,8%. Secara
year-to-date, saham Barito Pacific telah anjlok 61%. Sementara itu, saham perusahaan petrokimia Chandra Asri Pacific juga turun 4,4% pada Rabu pagi. Sepanjang tahun berjalan, saham perusahaan tersebut telah merosot 82%.
Baca Juga: 20 Negara dengan Iuran Terbesar ke PBB, Indonesia Peringkat Berapa? Penurunan kekayaan Prajogo terjadi setelah Indonesia menjatuhkan denda dengan nilai total US$116 juta atau sekitar Rp2,11 triliun pada pekan sebelumnya. Denda tersebut berkaitan dengan pelanggaran perdagangan saham yang melibatkan tiga perusahaan yang terhubung dengan keluarga Pangestu dan keluarga miliarder Widjaja. Menurut regulator, pihak-pihak yang berafiliasi dengan pemegang saham pengendali Barito Renewables dan Petrindo diketahui menyembunyikan hubungan afiliasi mereka serta memperoleh sebagian besar saham sebelum kedua perusahaan melakukan IPO. Akibatnya, jumlah saham yang tersedia di pasar menjadi dibatasi. Pemberian sanksi terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperingatkan kemungkinan penurunan status saham Indonesia dari kategori
emerging market menjadi
standalone market. Baca Juga:
Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Susut Rp106 Triliun Usai Peringatan MSCI Masuk Top 5 Miliarder Paling Merugi di Dunia
Penurunan kekayaan sekitar US$1,3 miliar menempatkan Prajogo di posisi kelima dalam daftar miliarder dunia dengan kerugian kekayaan terbesar pada Rabu pagi. Posisi teratas ditempati CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang kekayaannya berkurang US$3,5 miliar menjadi US$213,1 miliar.
Di posisi kedua terdapat investor legendaris Warren Buffett, dengan penurunan kekayaan US$2,2 miliar. Selanjutnya ada taipan minuman asal China Zhong Shanshan, yang kekayaannya berkurang US$1,5 miliar. Miliarder telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim Helu berada di posisi keempat dengan penurunan kekayaan sekitar US$1,4 miliar.
Baca Juga: Sistem Pensiun Singapura Terbaik di Asia, Indonesia Peringkat Berapa?