KONTAN.CO.ID - Harga saham Alphabet, perusahaan induk Google, kembali mencetak rekor baru yang berdampak signifikan pada peta kekayaan miliarder global. Pada perdagangan Selasa (13/1), posisi salah satu pendiri Google, Sergey Brin, melesat menjadi orang terkaya ketiga di dunia. Kenaikan peringkat ini terjadi setelah Brin berhasil melampaui kekayaan pendiri Oracle, Larry Ellison, dan pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Lonjakan Saham dan Valuasi Alphabet
Berdasarkan data perdagangan, saham Alphabet naik 1,3% ke level di atas US$ 337 pada Selasa sore. Penguatan ini melengkapi reli sebesar 6,6% yang terjadi selama tujuh sesi perdagangan terakhir. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Alphabet sebagai perusahaan keempat yang menyentuh nilai pasar US$ 4 triliun, bergabung dengan jajaran elite Nvidia, Microsoft, dan Apple. Mengutip laporan Forbes, kekayaan bersih Sergey Brin tumbuh sebesar US$ 4,9 miliar atau sekitar Rp 82,61 triliun (kurs Rp 16.861 per US$). Dengan tambahan tersebut, total kekayaan Brin kini mencapai US$ 255,6 miliar atau setara Rp 4.309,6 triliun. Pencapaian ini menempatkan Brin tepat di bawah rekan pendirinya, Larry Page, yang memiliki kekayaan US$ 277 miliar, dan CEO Tesla, Elon Musk, yang masih kokoh di posisi pertama dengan kekayaan US$ 725,3 miliar. Sementara itu, Jeff Bezos turun ke peringkat keempat dengan estimasi kekayaan US$ 253,2 miliar, diikuti Larry Ellison di posisi kelima dengan kekayaan bersih mendekati US$ 251,3 miliar.Kemitraan Strategis dengan Apple
Salah satu pendorong utama optimisme investor terhadap Alphabet adalah pengumuman kerja sama strategis dengan Apple. Dilansir dari Forbes, Apple menyatakan akan menggunakan model kecerdasan buatan (AI) milik Google, Gemini, sebagai fondasi untuk model AI mereka serta generasi terbaru asisten virtual Siri. Kesepakatan ini memberikan sentimen positif yang besar bagi pasar, mengingat Apple merupakan salah satu ekosistem perangkat keras terbesar di dunia. Integrasi Gemini ke dalam produk-produk Apple memperkuat posisi tawar Google dalam persaingan teknologi AI global yang semakin ketat. Tonton: Proyek Kilang Rp 123 Triliun Pertamina Tuntas, Apa Dampaknya?Dominasi Teknologi AI dan Proyeksi 2026
Sepanjang tahun 2025, saham Alphabet mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 65%. Angka ini merupakan lompatan tahunan terbesar bagi perusahaan sejak tahun 2009, di mana saat itu saham mereka melonjak hampir 93%. Beberapa faktor kunci yang memperkuat dominasi Alphabet di sektor teknologi meliputi:- Peluncuran Gemini 3: Iterasi terbaru dari model AI Google yang dirilis pada November 2025 dan mendapatkan sambutan positif dari pasar.
- Pengembangan Chip Ironwood: Generasi ketujuh chip AI milik Google yang dirancang untuk bersaing langsung dengan produk-produk Nvidia.
- Pertumbuhan Google Cloud: Melansir riset analis Citi, sekitar 70% pelanggan Google Cloud kini telah menggunakan produk AI perusahaan tersebut.