KONTAN.CO.ID - Keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump patut mengucapkan terima kasih kepada pertumbuhan pasar kripto. Pasalnya, kekayaan mereka tumbuh cukup fantastis dalam beberapa tahun terakhir.
Bloomberg Billionaires Index per Januari 2026, total kekayaan keluarga Trump berada di kisaran US$6,8 miliar atau setara dengan Rp 114,49 triliun. Jika sebelumnya bisnis properti dan lisensi merek mendominasi, kini aset kripto menjadi penopang utama, dengan kontribusi sekitar US$1,4 miliar atau setara Rp 23,57 triliun.
Baca Juga: Olivier Janssens, Miliarder Kripto yang Picu Isu Negara di Dalam Negara Ekspansi Bisnis Kripto Keluarga Trump
Mengutip laporan Bloomberg, proyek kripto terbesar keluarga Trump adalah World Liberty Financial, platform yang didirikan bersama Trump dan anak-anaknya. Hingga Maret 2025, proyek ini telah menjual token senilai US$550 juta dan menghasilkan sekitar US$390 juta bagi keluarga Trump. Transaksi lanjutan dengan Alt5 Sigma Corp. pada Agustus 2025 kembali menyumbang lebih dari US$500 juta. Keluarga Trump juga memegang token pendiri senilai sekitar US$3,8 miliar, meski belum dihitung dalam kekayaan Bloomberg karena masih tertutup. World Liberty juga meluncurkan stablecoin USD1 yang dipatok terhadap dolar AS. Peredaran USD1 telah melampaui US$3 miliar, dengan potensi valuasi bisnis diperkirakan lebih dari US$300 juta. Di luar World Liberty, keluarga Trump meluncurkan Trump memecoin menjelang pelantikan presiden kedua. Meski nilainya telah turun tajam, kepemilikan keluarga Trump atas token ini masih diperkirakan bernilai US$280 juta. Sementara itu, Eric Trump dan Donald Trump Jr. juga masuk ke bisnis penambangan melalui American Bitcoin Corp., bekerja sama dengan Hut 8 Corp. Eric Trump memiliki sekitar 7,4% saham, dengan nilai saat ini sekitar US$114 juta, meski harga saham perusahaan telah anjlok 82% dari puncaknya.
Baca Juga: Winklevoss Twins Bertaruh pada Zcash, Saham Cypherpunk Melejit Kedekatan dengan Tokoh Kripto Membawa Keuntungan
Bukan keluarga Trump namanya jika tidak berjalan di tengah kontroversi. Masuknya mereka ke dunia kripto pun tidak lepas dari kontroversi. Kritik utama muncul terkait potensi konflik kepentingan, terutama karena pembeli token tidak diwajibkan mengungkap identitas. Pendiri Tron, Justin Sun, diketahui menginvestasikan sekitar US$75 juta ke World Liberty Financial. Gugatan SEC terhadap Sun ditangguhkan pada Februari 2025. Pada Mei ia menghadiri jamuan makan malam bersama Trump sebagai pemegang terbesar memecoin Trump. Selain itu, Changpeng Zhao, pendiri Binance, memperoleh pengampunan presiden pada Oktober 2025. Binance berperan dalam pengembangan teknis stablecoin USD1. Ada juga investor negara Abu Dhabi, MGX, menggunakan USD1 untuk mendanai pembelian saham Binance senilai US$2 miliar. Pemerintahan Trump membantah bahwa bisnis kripto keluarga presiden menimbulkan konflik kepentingan dan menegaskan tidak ada campur tangan kebijakan demi kepentingan pribadi.
Baca Juga: Profil Brian Armstrong: Pendiri Coinbase yang Jadi Penggerak Adopsi Kripto Global Kripto Menutup Kekurangan Trump Media
Lonjakan pendapatan dari kripto menjadi penyeimbang atas melemahnya kinerja Trump Media & Technology Group Corp. Saham perusahaan induk Truth Social tersebut telah turun sekitar 66% dalam 12 bulan terakhir. Pada periode yang sama, perusahaan terus mencatatkan kerugian. Tanpa kontribusi dari kripto, total kekayaan keluarga Trump berpotensi mengalami penurunan signifikan. Pada tahun pertama masa jabatan keduanya, kripto menjadi penopang utama pembentuk kekayaan keluarga Trump.
Baca Juga: Ketegangan Trump dan The Fed, Ini Pandangan CEO Bank of America Brian Moynihan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News