KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekeringan berkepanjangan akibat cuaca ekstrem dan fenomena El Niño telah menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian mengalami gagal panen atau puso. Kondisi ini mengancam produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional sehingga pemerintah didesak mempercepat penanganan krisis air di wilayah terdampak. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), segera turun ke lapangan dan memprioritaskan anggaran penanganan kekeringan di daerah yang paling kritis.
Baca Juga: El Nino hingga 2027 Ancam Produksi Pangan,Pengamat Minta Pemerintah Fokus Amankan Air Menurut Ridwan, anggaran Operasi dan Pemeliharaan (OP) perlu dioptimalkan untuk mendukung upaya penyelamatan lahan pertanian yang kekurangan air. Ditjen SDA juga diminta memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) agar penanganan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. "Harus ada aksi cepat, tepat, dan terukur dari pemerintah agar masyarakat dapat menyelamatkan lahan mereka," tegas Ridwan, Kamis (8/10/2026). Ia meminta anggaran mitigasi diarahkan untuk pengadaan pompa air darurat, penyediaan bahan bakar untuk memompa air dari sungai ke lahan pertanian kritis, serta perbaikan infrastruktur air tanah secara terintegrasi. Ridwan menilai, keterlambatan penanganan dapat memperluas dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan mengganggu pasokan pangan. Karena itu, intervensi pemerintah perlu dilakukan segera agar lahan yang masih dapat diselamatkan tidak ikut mengalami puso.
Baca Juga: El Nino Ancam Produksi Pangan Asia, Harga Beras dan Gandum Berpotensi Naik Di sisi anggaran, Ridwan menyebut Komisi V DPR RI telah membahas dan menyetujui alokasi anggaran Kementerian PU dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar Rp 114,58 triliun. Dari jumlah tersebut, Ditjen SDA memperoleh alokasi Rp 30,6 triliun.
Sementara itu, pada 2026, anggaran Ditjen SDA tercatat sebesar Rp 36,3 triliun dari total anggaran Kementerian PU sebesar Rp 132 triliun. Besarnya alokasi tersebut menjadi salah satu sumber daya yang dapat dioptimalkan untuk memperkuat pengelolaan air dan mitigasi kekeringan, terutama di wilayah pertanian yang menghadapi krisis pasokan air. Sumber:
https://www.tribunnews.com/nasional/7894179/kekeringan-ekstrem-melanda-ridwan-bae-tegaskan-negara-harus-hadir-selamatkan-ketahanan-pangan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News