Kekhawatiran Regulasi AI Memukul Bursa Jepang Jumat (6/11), Nikkei Ambles 5,5%



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang tertekan pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Indeks Nikkei 225 anjlok lebih dari 5% seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi pengawasan regulasi industri kecerdasan buatan (AI) serta perlambatan investasi pengembangan teknologi tersebut.

Mengutip Reuters, Nikkei turun 5,5% ke level 57.713,19 pada pukul 00.18 GMT atau sekitar 18 menit setelah perdagangan dibuka.

Pelemahan ini memperpanjang aksi jual saham-saham teknologi Jepang yang telah berlangsung sejak Rabu, ketika hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) mulai diketahui.


Baca Juga: Bursa Australia Turun di Bawah 9.000, Saham Tambang dan Teknologi Tertekan

Sentimen negatif di pasar Tokyo mengikuti tekanan tajam di Wall Street. Pada perdagangan Kamis, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian terdalam sejak April 2025.

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS memicu kekhawatiran investor mengenai kemungkinan meningkatnya pengawasan terhadap industri AI.

Pelaku pasar juga mulai mencermati risiko perlambatan pembangunan infrastruktur dan investasi AI.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik 5,9% Sepekan, Pasar Menanti Data Payrolls AS

Tekanan di bursa Jepang berpotensi semakin besar karena sejumlah saham utama sektor semikonduktor dan AI belum memulai perdagangan saat data tersebut dilaporkan.

Saham Advantest dan SoftBank Group termasuk di antara emiten yang belum diperdagangkan.

Sementara itu, indeks Topix yang mencerminkan pergerakan saham secara lebih luas juga melemah 4,9%.