KONTAN.CO.ID - Selama lebih dari satu dekade, Apple Inc. berdiri kokoh sebagai pusat rantai pasokan teknologi global. Dengan skala bisnis yang masif, perusahaan produsen iPhone ini memiliki kekuatan untuk mendikte harga, mengunci kapasitas produksi, hingga mengarahkan peta jalan para pemasok komponen mulai dari semikonduktor hingga pengemasan sirkuit. Namun, era tersebut kini mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir. Melansir Business Insider, posisi istimewa Apple tersebut mulai diambil alih oleh perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan raksasa layanan komputasi awan (cloud giants). Para pemain baru di sektor AI ini kini bertransformasi menjadi pelanggan yang jauh lebih penting bagi produsen chip dan pemasok komponen lainnya.
Pergeseran Dominasi di TSMC
Indikator paling nyata dari pergeseran ini terlihat pada kinerja Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontrak terbesar di dunia. Selama bertahun-tahun, TSMC dikenal karena memproduksi chip tercanggih untuk iPhone yang memberikan keunggulan kompetitif bagi Apple. Namun, dalam laporan keuangan terbaru yang dirilis minggu ini, terlihat jelas bahwa bisnis ponsel pintar bukan lagi segmen terpenting bagi TSMC. Sektor High-Performance Computing (HPC) yang didominasi oleh chip AI untuk perusahaan seperti Nvidia dan penyedia layanan cloud skala besar, kini menyumbang sekitar 58% dari total pendapatan TSMC. Angka ini jauh melampaui kontribusi dari prosesor ponsel pintar. Mengutip pernyataan CEO TSMC, C.C. Wei, dalam panggilan konferensi investor pekan ini, para raksasa AI telah membuktikan bahwa teknologi mereka memberikan imbal hasil finansial yang nyata. Hal ini membuat pemasok lebih memilih mengalokasikan sumber daya mereka ke sektor yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih cepat.Dampak pada Komponen Memori dan Substrat
Pergeseran ini juga merambat ke bagian lain dari rantai pasokan, terutama pada industri chip memori. Produsen memori mulai mengalihkan kapasitas produksi dari perangkat ponsel pintar dan PC menuju pusat data AI yang sangat haus akan Dynamic Random Access Memory (DRAM). Berikut adalah beberapa dampak signifikan dari pergeseran prioritas pemasok:- Kenaikan Harga Komponen: Lonjakan permintaan memori untuk server AI memicu kenaikan harga yang berpotensi menekan margin keuntungan produsen ponsel pintar atau memaksa kenaikan harga jual ke konsumen.
- Kelangkaan Material: Terjadi kekurangan pasokan kain kaca (glass cloth) kelas atas yang merupakan input kritis untuk substrat chip. Pemasok kini memprioritaskan pelanggan AI yang bersedia membayar di muka dan menandatangani kontrak jangka panjang.
- Negosiasi yang Melemah: Nvidia telah mengunci pasokan memori jangka panjang, sehingga menyisakan daya tawar yang lebih kecil bagi produsen ponsel pintar termasuk Apple.