Jakarta. Negara-negara yang tergabung dalam Chiang Mai Initiative Multilateralitation (CMIM) mulai melakukan pembicaraan, terkait masa depan komitmen kerjasama yang akan berakhir tahun ini. CMIM berisikan negara di Asia Tenggara ditambah negara Asia lainnya, Jepang, China dan Korea Selatan. Pada tahun 2014 lalu, negara-negara tersebut sepakat membuat komitmen kerjasama terkait jaring pengaman keuangan regional dalam bentuk ketersediaan fasilitas likuiditas. Nilai fasilitas likuiditas yang disepakati saat itu sebesar US$ 240 miliar. Ada dua fasilitas yang bisa diperoleh negara-negara anggota dalam kesepakatan ini. Pertama fasilitas resolusi krisis atau stability fasility (FS) dan fasilitas pencegahan krisis atau Precautionary Line (PL).
Kelanjutan Chiang Mai Initiative mulai disiapkan
Jakarta. Negara-negara yang tergabung dalam Chiang Mai Initiative Multilateralitation (CMIM) mulai melakukan pembicaraan, terkait masa depan komitmen kerjasama yang akan berakhir tahun ini. CMIM berisikan negara di Asia Tenggara ditambah negara Asia lainnya, Jepang, China dan Korea Selatan. Pada tahun 2014 lalu, negara-negara tersebut sepakat membuat komitmen kerjasama terkait jaring pengaman keuangan regional dalam bentuk ketersediaan fasilitas likuiditas. Nilai fasilitas likuiditas yang disepakati saat itu sebesar US$ 240 miliar. Ada dua fasilitas yang bisa diperoleh negara-negara anggota dalam kesepakatan ini. Pertama fasilitas resolusi krisis atau stability fasility (FS) dan fasilitas pencegahan krisis atau Precautionary Line (PL).