KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih diperkirakan bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan belum cukup menjamin menguatnya kelas menengah. Bank Dunia menilai tekanan terhadap kelompok ini masih besar akibat melemahnya kualitas lapangan kerja dan menurunnya pendapatan riil pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia mengungkapkan bahwa penurunan upah riil dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal berkualitas menjadi risiko domestik yang dapat memperburuk kondisi ekonomi sekaligus menghambat perluasan kelas menengah.
Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Bank Dunia Ungkap Penyebabnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih diperkirakan bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan belum cukup menjamin menguatnya kelas menengah. Bank Dunia menilai tekanan terhadap kelompok ini masih besar akibat melemahnya kualitas lapangan kerja dan menurunnya pendapatan riil pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia mengungkapkan bahwa penurunan upah riil dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal berkualitas menjadi risiko domestik yang dapat memperburuk kondisi ekonomi sekaligus menghambat perluasan kelas menengah.
TAG: