KONTAN.CO.ID - Penyusutan kelas menengah di Indonesia dinilai menjadi ancaman serius bagi kinerja penerimaan pajak nasional. Perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat disebut berpotensi mempersempit basis pajak sekaligus menekan ruang ekspansi penerimaan negara. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran signifikan pada struktur kelas sosial ekonomi di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli, konsumsi, hingga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. “Dalam enam tahun terakhir, jumlah kelas menengah tercatat menyusut sekitar 10 juta orang,” ujar Andry dalam acara yang digelar Pusdiklat Pajak, Rabu (8/4/2026).
Kelas Menengah Menyusut 10 Juta Orang, Ini Dampak Serius ke Penerimaan Pajak RI
KONTAN.CO.ID - Penyusutan kelas menengah di Indonesia dinilai menjadi ancaman serius bagi kinerja penerimaan pajak nasional. Perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat disebut berpotensi mempersempit basis pajak sekaligus menekan ruang ekspansi penerimaan negara. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran signifikan pada struktur kelas sosial ekonomi di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli, konsumsi, hingga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. “Dalam enam tahun terakhir, jumlah kelas menengah tercatat menyusut sekitar 10 juta orang,” ujar Andry dalam acara yang digelar Pusdiklat Pajak, Rabu (8/4/2026).
TAG: