Kelompok Bersenjata Pro-Israel Tewaskan Perwira Polisi Hamas di Gaza Selatan



KONTAN.CO.ID - GAZA.Seorang perwira senior kepolisian Hamas tewas ditembak di Jalur Gaza bagian selatan. Insiden ini diklaim dilakukan oleh kelompok milisi Palestina yang disebut-sebut mendapat dukungan Israel dan disertai ancaman akan melakukan serangan lanjutan.

Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dikelola Hamas menyatakan, korban bernama Mahmoud Al-Astal, kepala unit polisi kriminal di Khan Younis, ditembak oleh orang tak dikenal dari dalam mobil yang melintas. Hamas menuding pelaku sebagai “kolaborator Israel”.

Tanggung jawab atas penembakan itu diklaim oleh Hussam Al-Astal, pemimpin kelompok anti-Hamas yang berbasis di wilayah timur Khan Younis yang berada di bawah kendali militer Israel. Dalam sebuah video yang diunggah ke Facebook, Hussam memperingatkan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Hamas.


Baca Juga: Jerman Akan Cabut Penangguhan Penjualan Senjata ke Israel

“Siapa pun yang bekerja dengan Hamas akan bernasib sama. Kematian akan datang kepada kalian,” ujar Hussam, sambil mengenakan seragam hitam bergaya militer dan membawa senapan serbu.

Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara independen kronologi serangan tersebut. Seorang pejabat militer Israel mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya operasi militer di lokasi kejadian.

Munculnya kelompok-kelompok bersenjata anti-Hamas, meski masih kecil dan terlokalisasi, menambah tekanan terhadap Hamas dan berpotensi mempersulit upaya stabilisasi serta penyatuan Gaza yang porak-poranda akibat perang dua tahun terakhir.

Kelompok-kelompok ini umumnya tidak populer di kalangan warga Gaza karena beroperasi di wilayah yang dikuasai Israel. Meski demikian, mereka membantah bertindak atas perintah Israel. 

Baca Juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Sembilan Orang di Gaza

Di sisi lain, Hamas diketahui pernah melakukan eksekusi terbuka terhadap warga yang dituduh bekerja sama dengan Israel.

Dalam kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober lalu, Israel menarik pasukannya dari hampir setengah wilayah Gaza. Namun, militer Israel masih menguasai bagian lainnya, yang sebagian besar telah hancur dan rata dengan tanah.

Sekitar dua juta penduduk Gaza kini tinggal di wilayah yang masih dikuasai Hamas, sebagian besar di tenda darurat atau bangunan rusak. Sejumlah sumber Hamas menyebut kelompok itu masih memiliki ribuan pejuang, meski mengalami kerugian besar selama perang.

Israel diketahui memberi ruang bagi rival Hamas untuk beroperasi di wilayah yang dikuasainya. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Juni lalu mengakui bahwa Israel telah “mengaktifkan” kelompok-kelompok klan lokal, meski tanpa merinci bentuk dukungannya.

Baca Juga: Inggris Ancam Akui Negara Palestina Jika Israel Tak Hentikan Perang di Gaza

Rencana lanjutan yang didorong Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mencakup penarikan lebih jauh pasukan Israel dan penyerahan kekuasaan Hamas kepada pemerintahan Gaza yang didukung komunitas internasional. Namun hingga kini, belum ada kemajuan nyata ke arah tersebut.

Meski gencatan senjata telah menghentikan pertempuran besar selama tiga bulan terakhir, kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran. Sejak gencatan senjata berlaku, lebih dari 440 warga Palestina dan tiga tentara Israel dilaporkan tewas.

Otoritas kesehatan Gaza pada Senin menyebut serangan drone Israel menewaskan sedikitnya tiga orang di wilayah tengah Khan Younis. Militer Israel belum memberikan komentar atas insiden tersebut.

Baca Juga: PM Benjamin Netanyahu Sebut Israel Ingin Kuasai Seluruh Jalur Gaza

Perang Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, ketika militan dari Gaza menyerang Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang. Serangan balasan Israel ke Gaza sejak itu telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan setempat. 

Israel membantah tuduhan genosida dan kejahatan perang yang dialamatkan kepadanya.  

Selanjutnya: IHSG Sempat Ambles Lebih dari 2%, Cek Saham yang Justru Diborong Asing, Senin (12/1)

Menarik Dibaca: 5 Ciri-Ciri Akun Instagram Diblokir Seseorang, Ini Cara Mudah Mengetahuinya