Keluarkan dari Perhitungan IHSG, BEI Evaluasi Saham HSC Tiap Tiga Bulan



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengevaluasi saham berstatus konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) secara berkala, setiap tiga bulan sekali. Seperti diketahui, usai pertemuan dengan MSCI pada 19 Oktober 2026, BEI mengumumkan akan mengeluarkan saham HSC dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).   Bagi saham yang tidak lagi memenuhi kriteria HSC berpeluang kembali masuk dalam perhitungan IHSG. Sebelumnya, BEI juga sudah memastikan saham berstatus HSC tidak akan masuk indeks IDX80, IDX30 dan LQ45.  

Baca Juga: Alamtri Resources (ADRO) Lanjutkan Program Buyback Saham Mulai 20 Oktober

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Iding Pardi menjelaskan kriteria perhitungan HSC mengacu kepemilikan yang terkonsentrasi di beberapa pihak, ditambah adanya price impact ratio tertentu dan/atau adanya concern dari pengawasan.


“Kalau kriteria-kriteria tersebut sudah tidak terpenuhi, akan masuk kembali dalam perhitungan IHSG. HSC berdasarkan price impact ratio secara reguler akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali,” jelasnya, Selasa (20/10). 

Secara terpisah, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menjelaskan secara definisi, HSC merupakan sejumlah persentase tertentu dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu. 

“Metodologi penetapan HSC memang tidak dibuka kepada publik supaya tidak bisa disesuaikan dan tidak bisa dipenuhi,” kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Senin (19/10).  

Berdasarkan data BEI, terdapat 63 saham HSC memiliki kapitalisasi pasar Rp 3.076,5 triliun per September 2026. Ini setara 28,8% dari total kapitalisasi pasar BEI sebesar Rp 10.695 triliun.

Meski porsinya besar, kontribusi saham HSC terhadap nilai transaksi harian relatif kecil. Pada September 2026, nilai transaksi harian kelompok ini sekitar Rp 837 miliar, atau hanya sekitar 5% dari total transaksi IHSG sebesar Rp 15,5 triliun.

Adapun kapitalisasi pasar kelompok HSC juga menyusut sekitar 40% dari Rp 5.113 triliun pada Januari menjadi Rp 3.077 triliun pada September 2026. Kapitalisasi terendah tercatat pada Juni, sebesar Rp 2.879 triliun.

Sementara itu, porsi kapitalisasi pasar kelompok HSC turun dari 31,7% pada Januari menjadi 28,8% pada September. Namun, kontribusinya terhadap nilai transaksi harian justru meningkat dari sekitar 2% menjadi 5%, seiring penurunan nilai transaksi IHSG.

Baca Juga: Aturan ARB 7% Berlaku, Ini Dampaknya pada Pergerakan IHSG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News