KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk mengembangkan bisnis, perempuan pengusaha semakin membutuhkan pemanfaatan teknologi digital. Mulai dari mengelola keuangan, memperluas pemasaran hingga menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, kemampuan memanfaatkan berbagai perangkat dan layanan digital masih menjadi tantangan bagi sebagian dari pelaku usaha itu. Kondisi tersebut mendorong Digital Access Programme dan Kedutaan Besar Inggris Jakarta bersama BRI Research Institute memperkuat pendampingan bagi pengusaha perempuan melalui program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY).
Salah satu dukungan program itu melalui PerempuanCerdasDigital.id, platform pembelajaran yang menyediakan materi dan pendampingan digital secara gratis. Platform ini menghubungkan pelaku usaha dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, mitra pembangunan, serta komunitas UMKM. Platform tersebut menyediakan modul interaktif, penilaian mandiri, webinar, pendampingan, buletin, serta ruang komunitas. BRI Research Institute juga menambahkan delapan modul baru yang melengkapi materi mengenai pembukuan digital, pembayaran digital, pemasaran melalui marketplace, hingga pemisahan keuangan pribadi dan usaha.
Baca Juga: PPh Marketplace Mulai Dipungut 1 Oktober, Pedagang Online Mulai Terdampak? Sejak tahun 2024, DEWY telah mendampingi 900 pengusaha mikro perempuan di Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan komunitas lokal. Pendampingan jugamelalui jaringan Digital Corner. Perempuan pengusaha dapat berkonsultasi, memperdalam penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan alias
artificial intelligence (AI), serta mempraktikkannya dalam kegiatan usaha.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Fiona Ritchie mengatakan, inklusi digital tidak hanya membutuhkan akses internet, tetapi juga keterampilan dan dukungan agar teknologi dapat diterapkan dalam kegiatan usaha. “PerempuanCerdasDigital.id menyatukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas dalam satu platform pembelajaran. Sementara Digital Corner menyediakan ruang bagi perempuan untuk mendapatkan pendampingan dan mengembangkan keterampilan baru,” kata Fiona, dalam keterangannya, Kamis (1/10). Direktur BRI Research Institute, Anton Hendranata mengatakan, platform tersebut menghubungkan perempuan pelaku usaha dengan pengetahuan praktis, mentor, komunitas, dan peluang bisnis baru. “Digital Corner menyediakan ruang di tingkat lokal tempat perempuan terus berlatih dan saling belajar,” ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News