JAKARTA. Petani dan perusahaan perkebunan teh tahun ini bakal menghadapi tantangan cukup berat. Sebab, tahun ini musim kemarau diperkirakan bakal terjadi lebih lama sehingga berdampak pada kekeringan lahan yang akan menghambat pertumbuhan tanaman teh. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Karyudi mengatakan, musim kemarau akan menyebabkan kekeringan. Sehingga, pertumbuhan pucuk teh bisa terhambat. Menurutnya, saat musim kemarau, penurunan produksi teh bisa mencapai 60% per bulan. Sayangnya, Karyudi tidak berani memastikan berapa lama perkiraan musim kemarau tahun ini akan berlangsung. Cuma, jika kemarau tahun ini lebih panjang, bakal mengurangi produksi teh sekitar 10%–20%. "Dugaan saya saat ini, kemarau tahun ini agak panjang dibanding tahun lalu. Ini terasa lebih signifikan untuk pembentukan pucuk," katanya, Selasa (25/3).
Kemarau bakal memapas produksi teh 2014
JAKARTA. Petani dan perusahaan perkebunan teh tahun ini bakal menghadapi tantangan cukup berat. Sebab, tahun ini musim kemarau diperkirakan bakal terjadi lebih lama sehingga berdampak pada kekeringan lahan yang akan menghambat pertumbuhan tanaman teh. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Karyudi mengatakan, musim kemarau akan menyebabkan kekeringan. Sehingga, pertumbuhan pucuk teh bisa terhambat. Menurutnya, saat musim kemarau, penurunan produksi teh bisa mencapai 60% per bulan. Sayangnya, Karyudi tidak berani memastikan berapa lama perkiraan musim kemarau tahun ini akan berlangsung. Cuma, jika kemarau tahun ini lebih panjang, bakal mengurangi produksi teh sekitar 10%–20%. "Dugaan saya saat ini, kemarau tahun ini agak panjang dibanding tahun lalu. Ini terasa lebih signifikan untuk pembentukan pucuk," katanya, Selasa (25/3).