Kembali Menguat, PMI Manufaktur Jerman Cetak Rekor Tertinggi 51 Bulan



KONTAN.CO.ID - LONDON. Aktivitas bisnis sektor swasta Jerman masih tumbuh pada Agustus 2026, meski lajunya sedikit melambat. Pemulihan sektor manufaktur yang semakin kuat mampu mengimbangi pelemahan aktivitas sektor jasa.

Berdasarkan data awal S&P Global, indeks PMI Komposit Jerman turun menjadi 51,0 pada Agustus, dari 51,3 pada Juli. Kendati turun, indeks masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi aktivitas bisnis.

Performa sektor manufaktur menjadi penopang utama ekonomi Jerman. Data awal PMI sektor manufaktur Jerman melonjak menjadi 54,1, dari 52,2 pada Juli. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam 51 bulan atau sejak Mei 2022.


Penguatan manufaktur juga terlihat dari output. Indeks output sektor manufaktur Jerman meningkat menjadi 56,7 di Agustus, dari 54,7 pada Juli, menjadi level tertinggi dalam 55 bulan. Pertumbuhan pesanan baru dan penjualan ekspor juga mencapai laju terkuat sejak Februari 2022.

Kenaikan permintaan manufaktur antara lain didorong oleh pembangunan kembali persediaan, peningkatan belanja pertahanan serta investasi berkelanjutan pada infrastruktur pusat data.

Baca Juga: 11 Produsen Mobil Listrik di China Lakukan Recall Besar-Besaran, Apa yang Bermasalah?

Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence Phil Smith mengatakan sektor manufaktur kembali menuju pemulihan. “Pemulihan sektor manufaktur kembali mendapatkan momentum, setelah sempat menunjukkan tanda-tanda terhenti pada kuartal kedua,” kata Smith, dalam rilis pers, Jumat (21/8/2026).

Namun, sektor jasa masih menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi Jerman. Indeks aktivitas PMI sektor jasa Jerman di Agustus turun menjadi 48,5, dari 49,8 pada Juli. Angka tersebut menunjukkan kontraksi aktivitas jasa selama lima bulan berturut-turut, sekaligus menjadi kontraksi tercepat sejak Mei.

Meski demikian, terdapat sejumlah tanda awal perbaikan di sektor jasa. Pesanan baru meningkat untuk bulan kedua berturut-turut, sementara penyerapan tenaga kerja kembali naik.

Smith mengatakan perkembangan tersebut memberikan harapan bahwa pelemahan sektor jasa dapat segera berakhir. “Meskipun sektor jasa masih menjadi beban bagi pertumbuhan, kenaikan tipis kedua berturut-turut dalam bisnis baru dan kembali meningkatnya lapangan kerja di sektor tersebut menunjukkan bahwa kondisi aktivitas dapat mulai membaik dalam waktu dekat,” ujar Smith.

Baca Juga: AS Siapkan Sanksi Terberat, Iran Ancam Beri Balasan Menghancurkan

Perbaikan pasar tenaga kerja juga menjadi sinyal positif. Tingkat pekerjaan secara keseluruhan tidak berubah pada Agustus setelah mengalami penurunan selama 26 bulan berturut-turut. Kenaikan jumlah pekerja di sektor jasa mengimbangi pengurangan tenaga kerja di sektor manufaktur yang melambat ke laju terendah dalam lebih dari satu tahun.

Sementara itu, optimisme dunia usaha terhadap prospek 12 bulan ke depan meningkat ke level tertinggi sejak sebelum pecahnya konflik di Timur Tengah pada Februari. Tingkat optimisme tersebut juga sedikit berada di atas rata-rata historis survei.

Perkembangan PMI Agustus menunjukkan pemulihan ekonomi Jerman masih berjalan dengan pola yang tidak merata. Industri manufaktur mulai memperoleh momentum baru, tetapi sektor jasa masih berada dalam zona kontraksi.

Dengan manufaktur yang kembali menguat dan tanda-tanda awal stabilisasi di sektor jasa, ekonomi terbesar di zona euro tersebut memiliki pijakan yang lebih baik untuk memasuki kuartal III-2026, meski pemulihan secara keseluruhan masih berlangsung secara bertahap.