Kembali terjadi deflasi, BI perkirakan inflasi 2020 bisa di bawah 2%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kembali terjadi deflasi pada Agustus 2020 membuat Bank Indonesia (BI) memprediksi kalau inflasi pada keseluruhan tahun ini bisa di bawah batas bawah target sasaran inflasi BI yang sebesar 2% - 4%. 

"Bahkan pada Agustus 2020 BPS melaporkan terjadi deflasi dan inflasi tahunan juga rendah, 1,32%. Sehingga, kami meyakini inflasi akhir  tahun 2020 akan di bawah batas bawah kisaran sasaran inflasi. Di bawah 2%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo kepada Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. 

Sementara di tahun 2021, Perry masih optimistis kalau inflasi masih akan tetap terkendali seiring dengan konsistensi kebijakan bank sentral untuk berkoordinasi bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. 


Baca Juga: BPS: Deflasi Agustus 2020 didorong komponen harga bergejolak

Sehingga dengan demikian, secara keseluruhan tahun 2021, inflasi idperkirakan akan berada dalam target sasaran inflasi BI tahun depan yang sebesar 3% plus minus 1%.

Deflasi pada tahun 2020 tercatat sebesar 0,05% mom. Kepala BPS Suhariyanto menyebut, deflasi yang terjadi tak lepas dari adanya Covid-19. Karena pandemi ini, berbagai negara menunjukkan perlambatan inflasi dan bahkan mengarah ke deflasi. 

Suhariyanto pun memerinci beberapa komoditas yang mendorong terjadinya deflasi. Antara lain komoditas daging ayam ras yang memberi andil deflasi 0,09%, bawang merah dengan andil  0,07%, tomat dengan andil 0,02%, serta telur ayam ras, jeruk. dan pisang yang masing-masing memberi andil 0,01%. 

Selain itu, ada juga komoditas tarif angkutan udara yang mengalami deflasi 0,14% mom sehingga menyumbang deflasi sebesar 0,2%. 

Baca Juga: Inflasi 1,32% yoy pada Agustus 2020, terendah sejak dua dekade lalu

Di sisi lain, masih ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga sehingga menyumbang pada inflasi dan menghambat laju deflasi. beberapa di antaranya adalah komoditas emas perhiasan yang naik sehingga menyumbang inflasi sebesar 0,12%. 

Selain itu, ada juga peningkatan dari kelompok pendidikan yang mengalami inflasi sebesar 0,57% dengan sumbangan kepada inflasi sebesar 0,03%, lalu ada juga komoditas minyak goreng yang memberi andil pada inflasi sebesar 0,01%, juga rokok kretek filter dengan andil pada inflasi 0,01%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .