Kembangkan 2 Gudang Baru, Ultrajaya Milk (ULTJ) Rogoh Kocek US$ 75.000



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen susu UHT PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengalokasikan dana investasi senilai US$ 75.000 untuk pengembangan gudang baru.

Pada paparan publik yang berlangsung beberapa waktu lalu, ULTJ mengatakan sedang memproses peningkatan kapasitas gudang produk melalui pembangunan dua gudang baru yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Jawa Barat.

Gudang baru ini diharapkan dapat beroperasi pada kuartal II-2023 dan kuartal I-2024 mendatang.


"Progres ekspansi gudang sudah pada tahap finishing dan diharapkan akan beroperasi pada kuartal II-2023. Progres ekspansi pabrik masih dalam pengerjaan sipil dan pemasangan steel structure. Dana yang dibutuhkan untuk kedua project tersebut sebesar US$ 75.000," jelas Muhammad Muthassawar, General Manager Public Relations ULTJ, dalam keterangan tertulis, Minggu (1/1).

Corporate Secretary Ultrajaya Pahala Sihotang juga sebelumnya bilang, keberadaan fasilitas gudang baru ini diharapkan akan mengurangi biaya sewa gedung dan meningkatkan kapasitas penyimpanan produk.

Baca Juga: Sesuaikan Kebutuhan Pasar, Ultrajaya Milk Industry (ULTJ) Jaga Kapasitas Produksi

Lebih lanjut, ULTJ mematok pertumbuhan target pendapatan tahun ini sebesar 8% atau single digit. Perseroan memproyeksi pula bahwa pendapatan tahun 2022 juga tidak akan setinggi perolehan di tahun 2021.

Hal ini disebabkan oleh efek kenaikan harga komoditas global serta biaya produksi domestik yang meningkat.

Tahun ini, ULTJ masih akan terus melanjutkan pengembangan kedua gudang dan juga biaya perawatan mesin-mesin. ULTJ mengalokasikan capex senilai US$ 40juta.

"Perseroan mengalokasikan capex sebesar US$ 40 juta tahun ini," sambungnya.

Sebagai informasi, pada kuartal III-2022, ULTJ mencetak kenaikan penjualan sebesar 18,58% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp 5,68 triliun.

Penjualan ULTJ didominasi oleh segmen minuman sebesar Rp 5,93 triliun. Disusul, segmen makanan sebesar Rp 73,08 miliar. ULTJ juga mencatatkan pengurangan atau eliminasi sebesar Rp 326,45 miliar per kuartal III-2022.

 
ULTJ Chart by TradingView

Pasar domestik atau lokal juga masih mendominasi pendapatan dibandingkan dengan ekspor. Penjualan minuman di pasar domestik menyumbang pendapatan Rp 6,20 triliun dan makanan sebesar Rp 77,62 miliar. Penjualan minuman ekspor di angka Rp 8,43 miliar dan makanan di angka Rp 2,94 miliar.

Sayangnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ULTJ turun 8,31% YoY menjadi Rp 834,68 miliar hingga akhir kuartal III-2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari