SURABAYA. Satu lagi perusahaan baja yang tetap optimistis memandang perkembangan usahanya. Dia adalah PT Duta Cipta Pakar Perkasa (DCP) yang baru merealisasikan ekspansi pabrik berupa penambahan kapasitas produksi dari 120.000 ton menjadi 250.000 ton per tahun. Peresmian pabrik senilai Rp 120 miliar itu dilakukan Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris di Surabaya. Nantinya, pabrik ini akan memproduksi konstruksi baja ringan dan berat.Realisasi investasi tahap kedua ini dimulai sejak tahun lalu. Sebelumnya, DCP telah menanamkan investasi Rp 125 miliar pada tahun 2005 hingga 2007 lalu. Dus, sejak berdiri pada 1982, total investasi DCP mencapai Rp 253 miliar. "Dengan realisasi pabrik ini, kami dapat memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam negeri, serta menjadi simbol kebanggan Indonesia di arena internasional. Kami berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan guna mendukung usaha kami,” kata Presiden Direktur PT Duta Cipta Pakar Perkasa Hans William Sendjaja.DCP yakin, sektor pembangunan di dalam negeri seperti gedung, infrastruktur dan lainnya masih tumbuh. Beberapa proyek yang tengah mereka kerjakan, antara lain, Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara dan Bandara internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).Mereka mengaku, ikut terbantu dengan adanya peraturan Menperin Nomor 4/2009 tentang Pedoman Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) untuk pembangunan infrastruktur tenaga listrik. Sebab, DCP dapat ikut berpartisipasi dalam proyek 10.000 Mega Watt milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Kembangkan Bisnis Baja, Duta Cipta Berinvestasi Rp 120 Miliar
SURABAYA. Satu lagi perusahaan baja yang tetap optimistis memandang perkembangan usahanya. Dia adalah PT Duta Cipta Pakar Perkasa (DCP) yang baru merealisasikan ekspansi pabrik berupa penambahan kapasitas produksi dari 120.000 ton menjadi 250.000 ton per tahun. Peresmian pabrik senilai Rp 120 miliar itu dilakukan Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris di Surabaya. Nantinya, pabrik ini akan memproduksi konstruksi baja ringan dan berat.Realisasi investasi tahap kedua ini dimulai sejak tahun lalu. Sebelumnya, DCP telah menanamkan investasi Rp 125 miliar pada tahun 2005 hingga 2007 lalu. Dus, sejak berdiri pada 1982, total investasi DCP mencapai Rp 253 miliar. "Dengan realisasi pabrik ini, kami dapat memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam negeri, serta menjadi simbol kebanggan Indonesia di arena internasional. Kami berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan guna mendukung usaha kami,” kata Presiden Direktur PT Duta Cipta Pakar Perkasa Hans William Sendjaja.DCP yakin, sektor pembangunan di dalam negeri seperti gedung, infrastruktur dan lainnya masih tumbuh. Beberapa proyek yang tengah mereka kerjakan, antara lain, Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara dan Bandara internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).Mereka mengaku, ikut terbantu dengan adanya peraturan Menperin Nomor 4/2009 tentang Pedoman Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) untuk pembangunan infrastruktur tenaga listrik. Sebab, DCP dapat ikut berpartisipasi dalam proyek 10.000 Mega Watt milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News