Kembangkan bisnis kargo, Garuda Indonesia (GIAA) hadirkan tiga pesawat khusus kargo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai fokus mengembangkan bisnis kargo. Perusahaan berkode emiten GIAA ini berencana menghadirkan tiga unit pesawat khusus kargo.

Muhammad Iqbal, Director of Cargo & Business Development Garuda Indonesia mengatakan, ekspansi tersebut diharapkan dapat membantu operasional bisnis kargo perseroan yang selama ini masih kurang efektif karena menggunakan pesawat penumpang.

"Jadi selama ini kan Garuda tidak punya pesawat kargo sendiri dan yang ada hanya ikut di pesawat penumpang, alhasil setiap harinya selalu terjadi kelebihan beban," ujarnya saat ditemui seusai MoU kerjasama Garuda-Pelni, Rabu (17/10).


Oleh karena itu, kata Iqbal menghadirkan pesawat kargo menjadi komponen penting dalam pengembangan usaha. Menurutnya, hal tersebut juga dilakukan karena kebutuhan masyarakat untuk pengiriman cepat dan efisien terutama permintaan e-commerce kian meningkat.

"Kontribusi e-commerce terhadap bisnis kargo sebesar 40% dan angka tersebut masih bisa naik jika kita lihat demand dan perkembangannya yang semakin tumbuh " ujarnya.

Untuk tahap awal, pesawat ini hanya akan melayani 2 rute yakni Wamena-Jayapura dan Makassar-Hongkong dimana rute Wamena akan membawa beras, besi, semen, BBM, dan kebutuhan pokok lainnya serta akan beroperasi sebanyak 5 kali dalam sehari.

Sementara Makassar-Hongkong perginya akan membawa produk reefeer seperti ikan,kepiting, tuna, dan sebagainya serta Hongkong-Makassar akan membawa produk e-commerce.  "Adapun pesawat yang akan dioperasikan untuk rute Wamena-Jayapura sebanyak 2 unit pesawat jenis ATR dan Makassar-Hongkong akan menggunakan 1 unit pesawat boeing 777," ujarnya.

Rencananya, lanjut Iqbal pengadaan pesawat kargo ini diharapkan bisa mulai efektif beroperasi pada Desember mendatang. Ditanya soal nilai investasi yang disiapkan, Iqbal enggan menjelaskan secara rinci hanya saja ia mengatakan ketiga pesawat tersebut merupakan pesawat yang sudah diimiliki perseroan.

"Saat ini ketiga pesawat tersebut masih dalam tahap convert atau perubahan alih fungsi dan perubahannya ini untuk ATR sekitar US$ 350 ribu dan Boeing 777 sekitar US$2,5 juta," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .