KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tampak semakin serius untuk mengembangkan bisnis di luar segmen batubara yang berwawasan keberlanjutan. Salah satu segmen bisnis yang kini menjadi fokus TOBA adalah pengelolaan limbah. SVP Corporate Finance & Investor Relations TBS Energi Utama Mirza Hippy mengatakan, untuk ekspansi bisnis pengelolaan limbah, TOBA telah menyiapkan alokasi pendanaan atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi berbagai peluang pertumbuhan organik maupun anorganik dari segmen pengelolaan limbah di kawasan regional. Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Optimistis Raih Kinerja Positif di 2026, Begini Strateginya "Sumber pendanaannya dikelola secara fleksibel, yang bisa berasal dari kas internal, pinjaman bank, penerbitan surat utang atau sukuk, maupun aksi korporasi lainnya," ujar dia, Jumat (13/3). Keseriusan TOBA untuk mengembangkan bisnis pengelolaan limbah telah diwujudkan dengan akuisisi Sembcorp Environment pada 2025 lalu yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Ekspansi ini memperkuat posisi TOBA dalam bisnis pengelolaan limbah di Singapura. Secara umum, TOBA sangat serius dan berkomitmen penuh untuk bealih dari bisnis terkait bahan bakar fokus ke bisnis hijau. Keseriusan ini dibuktikan dengan tuntasnya divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik TOBA. "Modal divestasinya direinvestasikan sepenuhnya untuk mendanai transisi ke sektor rendah karbon sebagai bagian dari agenda strategis berkelanjutan perusahaan," kata Mirza. Di luar pengelolaan limbah, TOBA juga menyiapkan agenda ekspansi utama lainnya pada 2026. Di antaranya adalah penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Batam yang akan Commercial on Date (COD) pada kuartal IV-2026 serta pengembangan armada kendaraan listrik Electrum yang lebih masif dan perluasan titik fasilitas penukaran baterai, termasuk ekspansi ke pasar Surabaya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Kembangkan Bisnis Pengelolaan Limbah, TBS Energi (TOBA) Siapkan US$ 200 Juta
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tampak semakin serius untuk mengembangkan bisnis di luar segmen batubara yang berwawasan keberlanjutan. Salah satu segmen bisnis yang kini menjadi fokus TOBA adalah pengelolaan limbah. SVP Corporate Finance & Investor Relations TBS Energi Utama Mirza Hippy mengatakan, untuk ekspansi bisnis pengelolaan limbah, TOBA telah menyiapkan alokasi pendanaan atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi berbagai peluang pertumbuhan organik maupun anorganik dari segmen pengelolaan limbah di kawasan regional. Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Optimistis Raih Kinerja Positif di 2026, Begini Strateginya "Sumber pendanaannya dikelola secara fleksibel, yang bisa berasal dari kas internal, pinjaman bank, penerbitan surat utang atau sukuk, maupun aksi korporasi lainnya," ujar dia, Jumat (13/3). Keseriusan TOBA untuk mengembangkan bisnis pengelolaan limbah telah diwujudkan dengan akuisisi Sembcorp Environment pada 2025 lalu yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Ekspansi ini memperkuat posisi TOBA dalam bisnis pengelolaan limbah di Singapura. Secara umum, TOBA sangat serius dan berkomitmen penuh untuk bealih dari bisnis terkait bahan bakar fokus ke bisnis hijau. Keseriusan ini dibuktikan dengan tuntasnya divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik TOBA. "Modal divestasinya direinvestasikan sepenuhnya untuk mendanai transisi ke sektor rendah karbon sebagai bagian dari agenda strategis berkelanjutan perusahaan," kata Mirza. Di luar pengelolaan limbah, TOBA juga menyiapkan agenda ekspansi utama lainnya pada 2026. Di antaranya adalah penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Batam yang akan Commercial on Date (COD) pada kuartal IV-2026 serta pengembangan armada kendaraan listrik Electrum yang lebih masif dan perluasan titik fasilitas penukaran baterai, termasuk ekspansi ke pasar Surabaya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
TAG: