Kembangkan digital, bank kecil segera tambah modal tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank-bank kecil agar segera menambah modal guna memperluas skala bisnis. Sebabnya, OJK berharap bank kecil terutama di BUKU I dan BUKU II dengan modal di bawah Rp 5 triliun mampu meningkatkan teknologi digital perbankan (digital banking) agar dapat bersaing.

Beberapa bank kecil yang dihubungi Kontan.co.id pun mengamini hal tersebut. Dalam rencana bisnis bank, peningkatan mutu layanan dan teknologi digital memang menjadi salah satu fokus perbankan saat ini.

PT Bank Dinar Indonesia Tbk misalnya tahun ini tengah memproses rencana merger dengan PT Bank Oke Indonesia. Direktur Utama Bank Dinar Hendra Lie menuturkan bila rencana merger ini selesai, maka bank hasil merger ini akan memiliki modal cukup kuat untuk masuk ke kategori BUKU II.


"Untuk penambahan modal, kami akan jadi BUKU II setelah merger. Saat ini sedang menunggu izin akuisisi," tuturnya kepada Kontan.co.id, Jumat (5/10). Menurut hitung-hitungan Hendra, saat ini Bank Oke memiliki modal inti di kisaran Rp 1 triliun. Sementara modal inti Bank Dinar sudah di level Rp 444 miliar.

Walau belum dapat merinci secara detail, Hendra menjelaskan, salah satu pengembangan yang akan dilakukan pasca merger antara lain dengan memperkokoh layanan internet banking.

Tak hanya internet banking, Bank Dinar juga akan melakukan pengembangan bancassurance, pengembangan jaringan kantor, pengembangan trade finance serta penyaluran kredit untuk segmen komersial dan korporasi yang bakal ditingkatkan.

Dari sisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR), posisi permodalan Bank Dinar terbilang aman. Bank ini memiliki CAR sebesar 27,27% per akhir September 2018 lalu.

PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) juga berencana  mengembangkan digitalisasi perbankan ke depan guna memudahkan akses nasabah. Sebagai langkah awal, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menuturkan, Bank Mantap akan mendapatkan penambahan modal dari pemegang saham sekitar Rp 500 miliar.

"Rencana penambahan modal sekitar Rp 500 miliar. Dan memang rencana kami akan fokus ke digitalisasi," tuturnya. Sementara saat ini, CAR Bank Mantap terbilang stabil di level 17% per akhir September 2018 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat