KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XII DPR RI meminta pemerintah agar pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) tidak sekadar mengejar target porsi energi hijau, melainkan wajib menekankan faktor keandalan (reliability) pasokan kelistrikan nasional. Ketua Komisi XII DPR RI, Melchias Markus Mekeng menilai, arah pengembangan EBT dalam RUPTL 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 Gigawatt (GW) sudah tepat. Namun, porsi EBT dan storage sebesar 52,9 GW dalam perencanaan tersebut harus diimbangi penguatan sistem kelistrikan agar tidak memicu gangguan pada ketersediaan daya secara penuh. "EBT kita tambah, itu bagus. Tetapi jangan kemudian reliability-nya terganggu. Listrik itu harus tersedia 24 jam. Masyarakat butuh, industri juga butuh. Jadi EBT bertambah, sistemnya juga harus semakin kuat," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).
Kembangkan EBT, DPR Minta Pemerintah Utamakan Keandalan Pasokan Listrik Nasional
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XII DPR RI meminta pemerintah agar pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) tidak sekadar mengejar target porsi energi hijau, melainkan wajib menekankan faktor keandalan (reliability) pasokan kelistrikan nasional. Ketua Komisi XII DPR RI, Melchias Markus Mekeng menilai, arah pengembangan EBT dalam RUPTL 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 Gigawatt (GW) sudah tepat. Namun, porsi EBT dan storage sebesar 52,9 GW dalam perencanaan tersebut harus diimbangi penguatan sistem kelistrikan agar tidak memicu gangguan pada ketersediaan daya secara penuh. "EBT kita tambah, itu bagus. Tetapi jangan kemudian reliability-nya terganggu. Listrik itu harus tersedia 24 jam. Masyarakat butuh, industri juga butuh. Jadi EBT bertambah, sistemnya juga harus semakin kuat," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).