JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pasar rakyat, sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan pasar yang kompetitif. "Baru tiga pasar yang mau menerapkan SNI pasar secara sukarela. Kita perlu lebih mendorong agar semua pasar secara mandiri menerapkan SNI pasar rakyat tersebut," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, pada Seminar Nasional dan Diskusi Panel SNI Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompeten, di Jakarta, Rabu (16/12). Srie mengatakan, dari sekitar 750 pasar yang Kemdag bantu revitalisasinya di mana pembangunan pasar mengacu pada SNI pasar rakyat, hanya tiga pasar rakyat yang menerapkan SNI pasar rakyat secara sukarela, yakni Pasar Pondok Indah, Pasar Manggis dan Pasar Cibubur.
Kemdag dorong penerapan SNI pasar rakyat
JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pasar rakyat, sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan pasar yang kompetitif. "Baru tiga pasar yang mau menerapkan SNI pasar secara sukarela. Kita perlu lebih mendorong agar semua pasar secara mandiri menerapkan SNI pasar rakyat tersebut," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, pada Seminar Nasional dan Diskusi Panel SNI Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompeten, di Jakarta, Rabu (16/12). Srie mengatakan, dari sekitar 750 pasar yang Kemdag bantu revitalisasinya di mana pembangunan pasar mengacu pada SNI pasar rakyat, hanya tiga pasar rakyat yang menerapkan SNI pasar rakyat secara sukarela, yakni Pasar Pondok Indah, Pasar Manggis dan Pasar Cibubur.