JAKARTA. Kenaikan harga menjelang perayaan hari besar di Indonesia sudah menjadi tren setiap tahun. Untuk mengontrol dan mengendalikan kenaikan harga tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemdag) segera mengeluarkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah mengefisienkan perdagangan antar pulau. Caranya adalah dengan mempertemukan petani dengan pengusaha lokal untuk meningkatkan kerjasama perdagangan. Direktur Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina mengatakan telah mempersiapkan strategi baru berupa kebijakan untuk menstabilisasi harga bahan kebutuhan pokok. Kemdag nanti akan mengefisienkan supply chain antara petani dan pedagang sehingga harga kebutuhan pokok tidak liar. "Sekarang kita akan bikin surat, tapi nanti aja saya sampaikan kalau sudah diteken pak Mendag dulu," ujar Srie kepada KONTAN di Gedung Kemdag, Kamis (2/7). Meskipun enggan membeberkan surat apa yang akan dibikin Kemdag, tapi Srie mengatakan surat tersebut bertujuan untuk mewujudkan upaya pemerintah mengendalikan gejolak harga yang cenderung meningkat, walaupun tengah memasuki masa panen. Ia menjelaskan, nantinya Kemdag akan menentukan berapa persen margin yang diperbolehkan diambil pedagang dan petani. "Yah mungkin kurang lebih sektiar 10% misalnya, tapi bagaimana dengan margin yang diberikan itu mereka mendapatkan keuntungan yang wajar," imbuh Srie.
Kemdag efisienkan perdagangan antar pulau
JAKARTA. Kenaikan harga menjelang perayaan hari besar di Indonesia sudah menjadi tren setiap tahun. Untuk mengontrol dan mengendalikan kenaikan harga tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemdag) segera mengeluarkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah mengefisienkan perdagangan antar pulau. Caranya adalah dengan mempertemukan petani dengan pengusaha lokal untuk meningkatkan kerjasama perdagangan. Direktur Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina mengatakan telah mempersiapkan strategi baru berupa kebijakan untuk menstabilisasi harga bahan kebutuhan pokok. Kemdag nanti akan mengefisienkan supply chain antara petani dan pedagang sehingga harga kebutuhan pokok tidak liar. "Sekarang kita akan bikin surat, tapi nanti aja saya sampaikan kalau sudah diteken pak Mendag dulu," ujar Srie kepada KONTAN di Gedung Kemdag, Kamis (2/7). Meskipun enggan membeberkan surat apa yang akan dibikin Kemdag, tapi Srie mengatakan surat tersebut bertujuan untuk mewujudkan upaya pemerintah mengendalikan gejolak harga yang cenderung meningkat, walaupun tengah memasuki masa panen. Ia menjelaskan, nantinya Kemdag akan menentukan berapa persen margin yang diperbolehkan diambil pedagang dan petani. "Yah mungkin kurang lebih sektiar 10% misalnya, tapi bagaimana dengan margin yang diberikan itu mereka mendapatkan keuntungan yang wajar," imbuh Srie.