Kemendag beri lampu hijau review BK CPO



JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyambut positif wacana review bea keluar (BK) turunan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Meski demikian, Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah karena harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti investasi yang telah masuk. Bayu bikang, penerapan BK yang telah berjalan selama ini telah berhasil dalam rangka peningkatan hilirisasi produk dan ekspor produk hilir yang terus tumbuh. "Kita tidak ingin statis dan melihat prospek ke depan. Tetapi harus hati-hati," kata Bayu, Kamis (22/5). Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan serius untuk mengubah struktur penerapan BK produk hilir CPO dan produk turunan CPO yang kebutuhan di dalam negeri tidak dimanfaatkan secara maksimal. Panggah Susanto Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin mengatakan, pembahasan revisi penerapan BK untuk produk hilir sawit tersebut susah final dilakukan di Kemenperin. "Di Kementerian Perindustrian sudah selesai (Pembahasan), sekarang tinggal interdept antar kementerian," kata Panggah. Meski tidak merinci, Panggah bilang setidaknya ada sekitar lima produk hasil rekomendasi Kemenperin yang akan diubah untuk diturunkan BK-nya. Beberapa produk tersebut antara lain adalah bungkil sawit dan biodiesel. Panggah mencontohkan, untuk bungkil sawit saat ini dalam kenyataannya di lapangan penggunaan sebagai pakan ternak masih tidak banyak. Sehingga dari pada tidak termanfaatkan maka lebih baik BK-nya di nolkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan